KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kasus campak menyebar di Sulawesi Selatan. Kenali gejala dan ciri-ciri anak-anak terkena campak, serta obat untuk mengatasinya.
Diberitakan Kompas.com, Dinas Kesehatan Kota Palopo, Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 73 kasus campak yang tersebar di sembilan kecamatan. Meski jumlahnya cukup signifikan, kondisi ini belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama adalah sebaran kasus yang tidak terpusat di wilayah tertentu.
“Di Kota Palopo sudah ada 73 kasus yang kami temukan. Kasus ini terdistribusi di sembilan kecamatan dan relatif merata. Berbeda dengan beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan yang mengalami lonjakan signifikan hingga ditetapkan sebagai KLB,” kata Irsan, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, kondisi di Palopo masih terkendali karena tidak terdapat peningkatan tajam di satu wilayah tertentu.
“Kondisi di Palopo masih terkendali karena tidak terdapat peningkatan tajam di wilayah tertentu. Hal ini membuat status KLB belum diberlakukan,” tambahnya.
Tonton: Permohonan Restitusi Tembus Rp 300 Triliun pada Awal Tahun 2026, Ini Kata Purbaya
Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai
Irsan menjelaskan, campak umumnya ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit, mata merah, serta demam tinggi pada beberapa kasus.
“Ciri paling utama adalah ruam merah di kulit, mata merah, dan pada kondisi tertentu disertai demam tinggi,” ujarnya.
Upaya Pencegahan dan Penanganan
Untuk menekan penyebaran, Dinas Kesehatan Kota Palopo telah menginstruksikan seluruh Puskesmas meningkatkan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Masyarakat diimbau untuk rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk dengan menutup mulut dan hidung, menggunakan masker di tempat umum, serta menjaga asupan makanan bergizi dan istirahat yang cukup guna meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain itu, penanganan difokuskan pada kasus dengan gejala berat. Pasien dengan kondisi serius diarahkan untuk segera mendapatkan perawatan di rumah sakit, termasuk kemungkinan dirawat di ruang isolasi guna mencegah penularan.
“Intervensi medis juga dilakukan melalui pemberian vitamin A dosis tinggi, khususnya bagi anak usia 0–12 bulan yang terkonfirmasi campak, sesuai pedoman Kementerian Kesehatan,” jelasnya.
Baca Juga: Layanan Air Terganggu, Pemprov DKI Akan Atur Kompensasi untuk Pelanggan PAM Jaya
Vaksinasi Jadi Kunci Utama
Irsan menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dalam pencegahan campak. Pemerintah telah menyediakan vaksin campak MR (Measles-Rubella) sebagai bagian dari imunisasi dasar wajib bagi balita.
“Vaksin campak MR ini wajib untuk balita, terutama usia 0–12 bulan. Selain itu, juga ada imunisasi lanjutan atau booster untuk anak sekolah guna memberikan perlindungan tambahan,” katanya.
Ia juga menyoroti bahwa peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia dipengaruhi oleh cakupan imunisasi dasar. Namun, capaian imunisasi di Kota Palopo dinilai masih tergolong baik.
“Cakupan imunisasi dasar di Palopo cukup baik. Itu sebabnya meskipun ada 73 kasus, tidak terjadi lonjakan signifikan di wilayah tertentu,” pungkasnya.
Tonton: Rusia–Iran Bahas Jalur Damai, Bayang-Bayang Dukungan Militer Kian Menguat
Ciri-ciri campak
Ciri-ciri campak muncul 10 hingga 14 hari setelah tubuh terinfeksi virus. Mengutip dari Mayo Clinic, ada beberapa ciri-ciri campak yang biasanya terjadi.
Ciri-ciri campak tersebut meliputi demam, batuk kering, hidung berair, sakit tenggorokan, dan mata bengkak atau konjungtivitis.
Selama dua hingga tiga minggu, ciri-ciri campak terus berkembang dalam beberapa fase. Setelah melewati masa inkubasi 10 hingga 14 hari, ciri-ciri campak itu akan berlangsung selama dua hingga tiga hari.
Setelah itu, ciri-ciri campak yang muncul adalah ruam yang terdiri dari bintik merah. Ruam muncul pertama kali di wajah, kemudian menjalar ke paha dan kaki. Pada tahap ini, seseorang bisa mengalami demam tinggi.
Seseorang yang menderita campak bisa menularkan penyakit ke orang lain. Mayo Clinic menyebutkan, masa penularan adalah delapan hari, yaitu empat hari sebelum dan sesudah ciri-ciri campak muncul.
Penyebab campak
Selain karena belum mendapat vaksin, ada faktor lain yang membuat seseorang lebih risiko terkena campak. Berikut penyebab campak.
Pertama, penyebab campak meningkat saat Anda mengunjungi daerah lain di mana penyakit campak sedang menyebar luas.
Kedua, tubuh yang kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko munculnya Ciri-ciri campak. Jadi, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A.
Tonton: Inflasi Uni Eropa Tak Terkendali, Terancam Stagflasi akibat Harga Energi
Obat sakit campak pada anak
Dilansir dari website RS Mitra Keluarga, obat sakit campak pada anak-anak tergantung pada gejala. Selain itu, obat sakit campak pada anak juga memperhatikan usia, dan kesehatan anak secara menyeluruh, hingga seberapa parah kondisinya.
Tujuan pemberian obat sakit campak pada anak untuk membantu meringankan gejala. Oleh karena itu, WHO, tidak ada obat khusus untuk sakit campak pada anak.
Namun, komplikasi parah dari campak dapat dikurangi melalui perawatan suportif, meliputi:
- Perbanyak istirahat. Usahakan menghindari kontak dengan lingkungan sekitar untuk mencegah penularannya.
- Pastikan asupan makanan bergizi seimbang, seperti buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
- Minum banyak air putih untuk memastikan tidak kekurangan cairan. WHO menganjurkan pasien campak meminum larutan rehidrasi oral yang bertujuan menggantikan cairan dan elemen penting lainnya yang hilang melalui diare atau muntah.
- Konsumsi obat pereda nyeri.
- Semua anak yang didiagnosis campak disarankan untuk menerima dua dosis suplemen vitamin A, yang diberikan dalam interval 24 jam. Tujuannya untuk mengembalikan kadar vitamin A yang rendah selama campak yang terjadi bahkan pada anak-anak yang bergizi baik. Suplemen vitamin A juga telah terbukti mengurangi jumlah kematian akibat campak.
Itulah komplikasi akibat penyakit campak yang harus diwaspadai serta ciri-ciri campak pada anak. Segera hubungi dokter jika anak mengalami campak.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/04/13/200056278/dinkes-temukan-73-kasus-campak-di-palopo-sebut-belum-masuk-kriteria-klb.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News