kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,89   -31,85   -4.36%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wiranto ditusuk di bagian perut, ini lima fakta penyerangan


Kamis, 10 Oktober 2019 / 14:46 WIB
Wiranto ditusuk di bagian perut, ini lima fakta penyerangan
ILUSTRASI. Indonesia Chief Security Minister Wiranto delivers a speech during a meeting between former militants and victims in Jakarta, Indonesia, February 28, 2018.

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BANTEN. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk oleh dua orang tidak dikenal, Kamis (10/10/2019) siang. 

Wiranto ditusuk saat tiba di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang usai menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar. Ia berencana akan kembali ke Jakarta dengan naik helikopter Berikut fakta penusukan Wiranto: 

Baca Juga: Penusuk Wiranto dua orang, Polisi: Pelaku laki-laki diduga terpapar paham ISIS

1. Ditusuk saat turun dari mobil 

Penusukan terjadi pada Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Madrain (27), salah seorang warga bercerita penyerangan terjadi saat Wiranto baru turun dari mobil untuk naik helikopter dan kembali ke Jakarta. 

"Rombongan berhenti, beberapa orang ikut menjaga Wiranto ketika turun dari mobil, tiba-tiba ada satu orang tidak dikenal menusuk Pak Wiranto, lalu ada satu orang perempuan lagi bercadar yang berusaha untuk menusuk," kata Madrain, kepada wartawan di Alun-alun Menes. 

2. Terluka di bagian perut 

Usai ditusuk, Wiranto terlihat langsung ambruk. Menurut apa yang dilihat Madrain, Wiranto ditusuk di bagian perut menggunakan pisau. 
Selain Wiranto, menurut Madrain, satu orang polisi juga menjadi korban penusukan.

Namun saat dikonfirmasi, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lustrianto Amstono belum bisa memberikan penjelasan. Kabar yang beredar, Kapolsek Pandeglang ikut terluka. 

Baca Juga: Begini kronologi penusukan Menko Polhukam Wiranto di Banten

3. Usai resmikan Universitas di Pandeglang 

Deden Kurniawan Jurnalis KompasTV dalam laporannya mengatakan Menko Polhukam Wiranto diserang dua orang setelah meresmikan Universitas Mathla'ul Awal di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10). 

Keduanya menyerang saat Wiranto akan masuk ke dalam mobil setelah peresmian universitas itu selesai dilakukan. Wiranto ditusuk di bagian perut. 

Baca Juga: BREAKING NEWS: Wiranto ditusuk orang tak dikenal, pelaku sudah diamankan

4. Seorang penyerang gunakan cadar 

Salah seorang pelaku penyerangan adalah seorang perempuan, yang disebut memakai cadar. 

"Rombongan berhenti, beberapa orang ikut menjaga Wiranto ketika turun dari mobil, tiba-tiba ada satu orang tidak dikenal menusuk Pak Wiranto, lalu ada satu orang perempuan lagi bercadar yang berusaha untuk menusuk," kata seorang warga Madrain (27), kepada wartawan di Alun-alun Menes. 

Usai ditusuk, Wiranto langsung ambruk dan pelaku penusukan diamankan polisi. 

Baca Juga: Wiranto minta maaf terkait pernyataan pengungsi Ambon beban pemerintah

5. Ada 2 luka tusukan dalam 

Direktur RSUD Berkah yang merawat Wiranto, Dokter Firmnasyah, menjelaskan, Wiranto mendapat dua luka tusukan dan cukup dalam. Oleh karena itu, Wiranto akan dirujuk ke RSPAD Jakarta.

Saat dibawa ke rumah sakit, Wiranto dipangku ajudan dan dalam kondisi sadar. "Beliau mendapat dua luka di bawah perut dan ditangani RSUD dalam kondisi sadar," kata Firmasnyah kepada Kompas TV. Firmansyah mengatakan, pihaknya langsung melakukan tindakan medis. (Rachmawati)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Penyerangan Wiranto di Padeglang, Ditusuk Bagian Perut Saat Turun dari Mobil",




TERBARU

Close [X]
×