Jawa Timur

BPBD Tebar 9 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca di Langit Semeru

Minggu, 30 November 2025 | 15:59 WIB
BPBD Tebar 9 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca di Langit Semeru

ILUSTRASI. Foto udara asap letusan sekunder di Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). . ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz. Operasi modifikasi cuaca dilakukan instansi gabungan selama 5 hari di langit Gunung Semeru. Dalam operasi tersebut, setidaknya 9 ton garam telah disebar.


Reporter: kompas.com  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operasi modifikasi cuaca dilakukan instansi gabungan selama 5 hari di langit Gunung Semeru. Dalam operasi tersebut, setidaknya 9 ton garam telah disebar. 

Modifikasi cuaca ini untuk mendukung penanganan dampak erupsi Gunung Semeru. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Subroto, mengatakan pihaknya khawatir jika terjadi cuaca ekstrem, akan ada potensi material susulan dari atas Gunung Semeru. 

"Kita khawatir jika cuaca ekstrem akan ada potensi material susulan dari atas Gunung Semeru," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Subroto, dikonfirmasi pada Minggu (30/11/2025).

Baca Juga: Laporan PBB Sebut Jakarta Kota Terpadat di Dunia, Ini Respon Rano Karno

Pihaknya sedang membangun tanggul dan sudetan untuk jalan lahar dingin di sejumlah lokasi.

Operasi modifikasi cuaca dilakukan oleh tim gabungan BPBD Jawa Timur, BNPB, BMKG, dan Puspenerbal Juanda. 

Sekali Angkut Bawa 1 Ton Garam 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam keterangannya menyebutkan bahwa operasi menggunakan Pesawat Cessna Caravan C208 Reg. 

PK-SNM dimulai sejak Rabu (26/11/2025) dan berakhir pada Minggu (30/11/2025). 

"Setiap kali operasi mengangkut 1 ton bahan semai berupa garam atau NaCl. Sampai sekarang sudah 9 ton bahan semai yang terpakai," kata Khofifah. 

Sasaran tebar dalam operasi tersebut adalah ruang udara di wilayah perairan Selatan Jawa Timur, Selatan Malang, wilayah Barat Malang, Barat Gunung Semeru, Barat daya Gunung Semeru, dan Utara Gunung Semeru. 

Dampak Erupsi Gunung Semeru 

Data sementara BNPB, menunjukkan bahwa lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru berada pada 3 desa di 2 kecamatan. 

Desa-desa terdampak yaitu Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro. 

Terdapat 3 warga yang mengalami luka berat. Mereka telah dirujuk dan dirawat di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. 

Sedangkan kerugian material terdiri dari 21 unit rumah rusak berat, serta 1 unit fasdik, faskes, dan gardu PLN yang masing-masing rusak berat. 

Selain itu, lahan pertanian seluas 204,63 ha juga rusak.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, terhitung dari 19 hingga 25 November 2025. Status aktivitas vulkanik gunung ini berada pada level tertinggi, yaitu level IV (K15-11).

Baca Juga: 30 November Memperingati Hari Ruang Pribadi Nasional, ini Penjelasan dan Sejarahnya

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2025/11/30/143546878/langit-gunung-semeru-ditabur-9-ton-garam-modifikasi-cuaca-dukung-penanganan.

Selanjutnya: Hemat dan Ramah Lingkungan: SPBG Ngagel PGN Pilihan Utama Pengguna BBG

Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru