Jabodetabek

Pemprov Jakarta Hibahkan Dua Aplikasi Paltform Digital ke 200 Kota

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Pemprov Jakarta Hibahkan Dua Aplikasi Paltform Digital ke 200 Kota

ILUSTRASI. Aplikasi JAKI (DOK/IST)


Reporter: Markus Sumartomdjon  | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Penerapan teknologi diperlukan dalam implementasi program pemerintah. Untuk itu Pemprov DKI Jakarta menghibahkan dua aplikasi kepada 200 kota daerah lain di Indonesia.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat membuka kegiatan JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Ruang Pola Blok G Balaikota DKI Jakarta, Rabu (19/8).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskomintofik) DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, kedua aplikasi yang dihibahkan yakni, digital city data paltform dan learning management system. Hibah itu memberikan hak penggunaan dan replikasi kepada 200 kota, di antaranya Bandung, Depok, Bekasi dan Probolinggo.

"Kami berharap langkah ini nantinya menjadi awal kolaborasi yang lebih luas," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).

Baca Juga: ​16 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Mobil & Motor Agustus 2026, Jakarta-Jateng-Jatim

Menurut Marulina, Pemprov DKI ingin membuka kesempatan kepada pemerintah daerah lain untuk memanfaatkan aplikasi atau teknologi digital yang telah dikembangkan serta telah terbukti bekerja baik. 

Selain pemanfaatan, Marulina menegaskan, Jakarta juga membuka akses replikasi solusi digital yang telah dikembangkan, disertai dengan transfer pengetahuan dan pendampingan dalam pengimplementasiannya. 

Ditegaskan Marulina, hibah ini sekaligus menjadi penyataan bahwa Jakarta tidak hanya ingin menjadi tempat lahirnya inovasi. Tetapi juga menjadi tempat inovasi itu dibagikan, dikembangkan bersama serta memberi manfaat bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

Baca Juga: Gedung Bapenda Terbakar, Rano Karno Sebut Command Center Dishub Dipindahkan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya kebijakan dan pelayanan publik yang semakin tepat sasaran.

Sebab itu, kata Rano, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang teknologi dapat menjadi salah satu game changer dalam mengatasi berbagai tantangan perkotaan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan mahadata (big data).

Baca Juga: Struktur Ekonomi DKI Jakarta Bergeser, Sektor Jasa Makin Dominan

Dikatakan Rano, keduanya dapat dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan warga secara lebih akurat, membantu menentukan prioritas kebijakan, serta memastikan layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Saat ini, jelas Rano, pemanfaatan teknologi AI di Jakarta terus didorong dalam berbagai aspek tata kelola kota, mulai dari Intelligent Traffic Control System untuk mengelola lalulintas secara real-time, Jakarta Satu yang mengintegrasikan data geospasial melalui prinsip satu peta, satu data, dan satu kebijakan, hingga kehadiran JAKI sebagai super app bagi pelayanan publik.

"Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak boleh berhenti sebagai sekadar kecanggihan. Lebih dari itu, teknologi harus menjadi alat untuk membuat sistem pembangunan kota menjadi lebih baik," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru