Peristiwa

Jateng di Rumah Saja berpotensi tak efektif kendalikan corona, ini penyebabnya

Jumat, 05 Februari 2021 | 07:48 WIB Sumber: Kompas.com
Jateng di Rumah Saja berpotensi tak efektif kendalikan corona, ini penyebabnya

ILUSTRASI. Jateng di Rumah Saja berpotensi tak efektif kendalikan corona, ini penyebabnya. ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam/ast/foc.

Di lansir dari Kompas.com, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito juga mengaku tidak akan sepenuhnya melaksanakan program Jateng di Rumah Saja. “Kita dukung itu, karena niatnya Pak Gubernur bagus. Tapi, kita menerjemahkannya tidak saklek seperti instruksi beliau. Kita kaji dulu, kita sesuaikan dengan kondisi di Kota Magelang,” ujar Sigit, ditemui usai meresmikan kegiatan pembangunan tahun 2019/2020 di Kantor DPUPR Kota Magelang, Rabu (3/2/2021).

Sigit menjelaskan, instruksi yang telah tertuang dalam SE Gubernur Jawa Tengah nomor 443.5/000/933 itu tidak serta merta bisa diterapkan karena kondisi di masing-masing daerah berbeda, seperti pasar dan tempat wisata. “Kalau pasar ditutup total, bagaimana dengan warga yang butuh sayuran atau kebutuhan untuk jualan. Kita lihatlah nanti, kalau kasusnya terus turun dan ekonomi bergerak, saya rasa tidak harus sama seperti yang digerakkan itu,” katanya.

Menurutnya, kebijakan penutupan pasar juga perlu memikirkan nasib rakyat yang memang menggantungkan hidupnya di pasar. Ia pun mencoba solusi untuk mengatur dan melakukan pembatasan lebih ketat lagi. “Mesakke (Kasihan) rakyat, mosok ora oleh dodolan (masa ga boleh jualan), mosok pasar ditutup, yo ora to?. Kita kaji dulu dan kita sesuaikan. Cita-cita kita sama, Covid-19 dapat dicegah penularannya. Kota Magelang saat ini masih zona oranye, menuju zona kuning. Kita ingin dapat segera zona hijau,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kota Magelang telah menerapkan PPKM 11-25 Januari 2021, lalu diperpanjang 26 Januari 2021 sampai 8 Februari 2021. Hasil sementara setelah PPKM ada perubahan Kota Magelang dari zona merah (risiko tinggi penularan Covid-19) ke zona oranye (risiko sedang penularan Covid-19).

Selain itu, angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di kota ini pun melesat menjadi 86,7 persen. Padahal sebelum PPKM, angka kesembuhan termasuk rendah di bawah rata-rata nasional di kisaran 78-79 persen. Sementara angka kematian masih di atas angka nasional sekitar 4,5 persen.

 

(Fadlan Mukhtar Zain, Ika Fitriana)

 

Selanjutnya: Bupati Sragen menolak kebijakan Jateng di Rumah Saja ala Ganjar

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru