Kawasan Kumuh Seluas 7.257 Hektare Sudah Ditangani Kementerian PUPR

Selasa, 04 Oktober 2022 | 06:09 WIB   Reporter: Vendy Yhulia Susanto
Kawasan Kumuh Seluas 7.257 Hektare Sudah Ditangani Kementerian PUPR

ILUSTRASI. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya menangani kawasan kumuh.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya menata kawasan kumuh. Berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, target penanganan kawasan kumuh adalah 10.000 hektare (ha).

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, sejak 2020 hingga 2022 Kementerian PUPR telah menangani pemukiman kumuh seluas 7.257 hektare.

"Angka ini melebihi target pada periode ini dan akhirnya masih ada sisa 4.170 hektare," ucap Diana dalam konferensi pers, Senin (3/10).

Baca Juga: Menteri PUPR Kebut Pembangunan Bendungan Temef di NTT, Progressnya Capai 68%

Diana mengatakan, pencapaian target penanganan kawasan kumuh telah melebihi target. Adapun target penanganan kawasan kumuh periode 2020-2022 seluas 5.830 hektare.

Sisa target penanganan kawasan kumuh akan diupayakan tercapai melalui kolaborasi pentahelix. Yakni antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota; swasta; LSM dan Masyarakat; akademisi; serta media.

"Jadi semua jangan dengan APBN. APBN sudah memberikan contoh sejak 2012 dengan menggunakan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). Pemda harus bisa melaksanakan sendiri," kata Diana.

Lebih lanjut Diana menyampaikan, Kementerian PUPR akan menyelenggarakan peringatan hari habitat dunia dan hari kota dunia pada Oktober ini.

Melalui peringatan tersebut, diharapkan dapat mendorong kolaborasi serta keterlibatan aktif dari berbagai stakeholder dalam penanganan kawasan kumuh, pengelolaan persampahan, air limbah domestik dan air minum melalui kegiatan bersih lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Bangun Rusun ASN BPKP di Kupang, Anggaran Capai Rp 20,6 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru