KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dukungan sektor korporasi terhadap dunia pendidikan semakin dibutuhkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini penting membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendidikan memiliki peran strategis dalam kerangka SDGs karena menjadi fondasi bagi pencapaian berbagai tujuan pembangunan lainnya. Akses pendidikan yang berkualitas tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi masyarakat, tetapi juga berpengaruh pada pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan, mulai dari kesenjangan akses hingga kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu faktor pendukung yang penting.
Pusat Data Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen) mencatat jumlah anak tidak sekolah (ATS) per 1 April 2026 mencapai 3.966.858, Belum Pernah Bersekolah (BPB) mencapai 1.913.633, Drop Out/Dikeluarkan (DO) sebanyak 986.755, dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) sebanyak 1.066.470
Baca Juga: Ini 2 PTN Jawa Tengah yang Masih Membuka Jalur Mandiri Bulan Juni 2026
Dukungan itu salah satunya datang dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Weda Bay Nickel (WBN). Keduanya menjalankan Program Beasiswa Weda Bay sejak 2021 sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas SDM melalui akses pendidikan tinggi.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa asal Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, Maluku Utara, yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Hingga kini, sebanyak 92 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa tersebut. Selain mendukung pendidikan sarjana di dalam negeri, IWIP dan WBN juga membuka peluang pendidikan magister di luar negeri untuk memperluas akses pendidikan dan mencetak generasi muda yang unggul.
“Pengembangan SDM merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah dan bangsa,” kata Menurut Manager Hubungan Eksternal IWIP, Lukman Hakim dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga: Jawab Tantangan Era Digital, UIN Malang Hadirkan Program Ma’had
IWIP melalui Eternal Tsingshan Group bekerja sama dengan LPDP mendukung program beasiswa magister di University of Science and Technology Beijing, Tiongkok, untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang sains, teknologi, dan industri. Program yang dimulai pada 2024 ini menyediakan 20 kuota per tahun bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di USTB.
Pada angkatan pertama tahun 2024, sebanyak 20 mahasiswa menerima beasiswa, sementara 16 mahasiswa terpilih pada angkatan kedua. Saat ini, proses seleksi angkatan ketiga masih berlangsung.
Salah satu penerima beasiswa, Aditya Risvan Riansah, menyatakan program ini memberinya kesempatan mempelajari ekosistem industri dan inovasi yang mendukung hilirisasi mineral dan transisi energi. Selain memperkuat kompetensi teknis di bidang metalurgi dan hidrometalurgi, program ini juga memperluas pengalaman akademik dan riset internasional.
Aditya menilai beasiswa tersebut berperan penting dalam menyiapkan talenta unggul Indonesia serta mendukung pengembangan industri strategis nasional melalui investasi jangka panjang di bidang pendidikan.
Melalui berbagai program pendidikan tersebut, IWIP dan WBN berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia. Perusahaan meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam menciptakan generasi muda yang memiliki kompetensi, daya saing, serta kesiapan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News