kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45696,34   -33,40   -4.58%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Misteri raibnya duit Alokasi Dana Desa di Bank Jatim Pamekasan


Senin, 20 Januari 2020 / 10:51 WIB
Misteri raibnya duit Alokasi Dana Desa di Bank Jatim Pamekasan
ILUSTRASI. Sejumlah kepala desa di Kecamatan Galis, Pamekasan terkejut dengan raibnya tabungan Alokasi Dana Desa.

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - PAMEKASAN. Sejumlah kepala desa di Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dikejutkan dengan raibnya tabungan mereka yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) pada Agustus 2019. Uang tersebut ditabung di Bank Jatim Unit Keppo, Kecamatan Galis. 

Jumlah uang yang raib di masing-masing rekening desa bervariasi, mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 45 juta.  Salah satu aparat Desa Artodung, Kecamatan Galis berinisial TF menjelaskan, belum pernah ada penarikan uang di rekening. Namun, tiba-tiba uangnya sudah berkurang Rp 39 juta. 

TF langsung memeriksa kejadian tersebut ke bank. Ternyata, ada penarikan uang secara misterius, karena ada bukti slip penarikan dengan tanda tangan palsu.  "Tanda tangan dalam slip penarikan itu semuanya palsu. Kami juga tidak pernah melakukan penarikan ADD sebesar itu," kata TF kepada Kompas.com, Selasa (14/1).  

Kasus ini tidak hanya dialami Desa Artodung, tapi juga desa-desa lain di Kecamatan Galis, termasuk ADD milik Desa Pagendingan. Kepala Desa Pagendingan RM ketika dimintai keterangan mengatakan, dia juga sempat kehilangan uang ADD di rekeningnya sebesar Rp 45 juta. 

Baca Juga: Soal dana desa fiktif, Kemenkeu hentikan penyaluran ke 56 desa di Konawe

Modus raibnya uang tersebut sama dengan yang terjadi di Desa Artodung.  "Aneh sekali, karena belum pernah ada penarikan, tiba-tiba di rekening sudah raib Rp 45 juta," ujar RM kepada Kompas.com. 

Rupanya, hampir seluruh desa di Kecamatan Galis mengalami hal sama dengan nilai uang yang berbeda-beda. Persoalan ini kemudian mencuat ke publik. 

Uang dikembalikan 




TERBARU

Close [X]
×