Pertumbuhan ekonomi Bali lampaui nasional

Kamis, 05 November 2015 | 22:46 WIB
Pertumbuhan ekonomi Bali lampaui nasional


Sumber: Antara  | Editor: Hendra Gunawan

DENPASAR. Perekonomian Bali tumbuh sebesar 6,17% selama sembilan bulan periode Januari-September 2015. Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan tingkat nasional dalam kurun waktu yang sama tercatat 4,71%.

"Ekonomi Bali mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena tumbuh lebih besar dari angka nasional," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Kamis (5/11).

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan itu menempatkan Bali pada urutan kesembilan tertinggi dari 33 provinsi di Tanah Air.

Ekonomi Bali diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PRDB) pada triwulan III-2015 mencapai Rp46,39 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp32,89 triliun.

"Ekonomi Bali triwulan III-2015 jika dibandingkan dengan triwulan III-2014 (y-on-y) tumbuh 6,29% lebih cepat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,21%," ujarnya.

Panasunan Siregar menambahkan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 10,77%. Pada sisi pengeluaran impor barang dan jasa 9,03%, pengeluaran konsumsi rumah tangga 7,29% dan pertukaran modal tetap bruto (PMTB) 6,09%.

Sedangkan secara q-to-q atau jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Bali pada triwulan III-2015 mampu tumbuh sebesar tiga persen. Dari sisi lapangan usaha pertumbuhan tertinggi dapat dicapai oleh administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 12,39%.

Menyusul lapangan usaha jasa pendidikan sebesar 7,22%, usaha transportasi dan pergudangan sebesar 4,15%.

Panasunan Siregar menambahkan, ekonomi Bali triwulan III-2015 masih didominasi oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum dengan kontribusi 22,68%, menyusul lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 14,85%.

Beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi di atas enam persen antara lain transportasi dan pergudangan 9,45%, konstruksi 8,84%, perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 8,31%.

Selain itu juga industri pengolahan mempunyai andil 6,37%, peranan pengeluaran konsumsi rumah tangga 48,39%, ekspor barang dan jasa 36,56% serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 32,07%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru