Saring Calon Tenant dalam Program Inkubasi Bisnis Pertanian untuk Wirausahawan Muda

Minggu, 06 Agustus 2023 | 11:23 WIB
Saring Calon Tenant dalam Program Inkubasi Bisnis Pertanian untuk Wirausahawan Muda

ILUSTRASI. Peserta seleksi merupakan petani milenial dari wilayah Program YESS Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, pada proses ini terdapat 10 calon tenant yang mengikuti proses rekrutmen dan seleksi.


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), tengah giat mendukung regenerasi petani dan transformasi berkelanjutan di daerah pedesaan. 

Upaya ini direalisasikan melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Services (YESS), kerjasama Kementan dan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengemukakan optimisme tinggi terhadap peran generasi milenial dalam pembangunan pertanian.

Ia menekankan bahwa mereka harus berani menjadi petani atau mendirikan startup pertanian, yang memiliki potensi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang signifikan.

Baca Juga: Tingkatkan Pengetahuan Budidaya Kakao, Petani Milenial Jalani Pelatihan di Palopo

Menyuarakan pendapat yang sama, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menekankan perlunya generasi milenial dalam mengelola sektor pertanian dengan kreativitas dan inovasi mereka, sehingga pertanian menjadi modern dan berorientasi ekspor.

Untuk mewujudkan ini, BPPSDMP Kementan memanfaatkan SMK-PP Negeri Banjarbaru, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalsel dalam Program YESS, dengan tujuan mencetak generasi muda pertanian di Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, SMK-PP N Banjarbaru telah melaksanakan public hearing dan Sosialisasi Inkubator Bisnis, diikuti dengan rekrutmen dan seleksi calon tenant inkubator bisnis. Seleksi ini diikuti oleh 10 calon tenant dari Program YESS Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, semuanya alumni SMK-PP N Banjarbaru.

Selama proses seleksi, para calon tenant mengikuti pelatihan dan bimbingan dari ahli dalam bidangnya, termasuk akademisi, pengusaha, dan mentor. 

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam memulai bisnis, seperti penyusunan business plan, pengembangan produk, legalitas dan perizinan usaha, pemasaran, dan branding.

Baca Juga: Upaya Kementan Dukung Kesetaraan Gender dan Iklusi Sosial Bagi Pelaku Pertanian

Project Manager PPIU Kalsel, Angga Tri Aditia Permana, berharap program ini menjadi wadah kolaborasi yang menghasilkan wirausaha muda pertanian yang unggul, maju, mandiri, dan modern.

"kami berharap ini bisa diakses dan menjadi wadah kolaborasi bagi semua pihak,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (6/8).

Setelah proses pelatihan dan bimbingan, peserta melakukan presentasi dan wawancara di depan juri, serta kunjungan ke tempat usaha, sebelum akhirnya tiga tenant terbaik dipilih dari 10 peserta yang lolos seleksi administrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru