KONTAN.CO.ID - Intip sejarah perayaan Hari Keantariksaan Nasional setiap tanggal 6 Agustus. Indonesia memperingati Hari Keantariksaan Nasional untuk merayakan pembentukan LAPAN.
Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa, sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pengembangan keantariksaan.
Hari Keantariksaan Nasional tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan dunia antariksa Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian langit malam sebagai bagian dari lingkungan alam.
Baca Juga: Sejarah Hari Kebaya Nasional 24 Juli: Dasar Penetapan, Tema, dan Cara Merayakan
Sejarah Hari Keantariksaan Nasional
Melansir laman BRIN, Hari Keantariksaan Nasional ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Hari Keantariksaan.
Tanggal 6 Agustus dipilih sebagai hari peringatan nasional untuk mendorong berkembangnya budaya ilmiah, penelitian, dan pemanfaatan teknologi antariksa bagi pembangunan nasional.
Indonesia termasuk salah satu negara di Asia yang cukup awal mengembangkan teknologi antariksa.
Baca Juga: Berapa Hari Tanggal Merah Bulan Agustus 2026? Cek Potensi Long Weekend
Perkembangannya dimulai dengan pembentukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada tahun 1963. Sejak saat itu, Indonesia aktif melakukan penelitian atmosfer, penginderaan jauh, satelit, hingga roket penelitian.
Dalam perkembangannya, LAPAN berhasil mengembangkan berbagai roket eksperimental, membangun stasiun pengamatan antariksa, serta mendukung pengoperasian satelit untuk komunikasi, cuaca, mitigasi bencana, dan pemantauan sumber daya alam.
Sejak tahun 2021, tugas dan fungsi LAPAN dilebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa.
Baca Juga: Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79: Ini 30 Ucapan Dukung Ekonomi Nasional
Makna Hari Keantariksaan Nasional
Peringatan Hari Keantariksaan Nasional memiliki beberapa tujuan, antara lain:
- Meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu astronomi dan antariksa.
- Mendorong lahirnya inovasi di bidang teknologi penerbangan dan antariksa.
- Mengingatkan pentingnya pemanfaatan satelit untuk komunikasi, navigasi, cuaca, hingga mitigasi bencana.
- Menumbuhkan kepedulian terhadap polusi cahaya agar langit malam tetap dapat diamati.
Cara Merayakan Hari Keantariksaan Nasional
Ada berbagai cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperingati Hari Keantariksaan Nasional, di antaranya:
- Mematikan lampu luar rumah selama pukul 20.00–21.00 waktu setempat agar langit malam lebih gelap dan bintang dapat terlihat lebih jelas.
- Mengamati bintang, planet, atau rasi bintang menggunakan mata telanjang maupun teleskop.
- Mengikuti kegiatan astronomi yang diselenggarakan komunitas atau observatorium.
- Mengunjungi planetarium atau pusat sains untuk mempelajari dunia antariksa.
- Membaca buku atau menonton dokumenter tentang astronomi, satelit, dan eksplorasi luar angkasa.
- Mengajak anak-anak mengenal tata surya dan pentingnya ilmu pengetahuan antariksa.
- Membagikan informasi edukatif mengenai Hari Keantariksaan Nasional melalui media sosial.
Baca Juga: Hari Besar Nasional dan Global Agustus 2026: Ramai Perayaan Penting di Indonesia
Mengapa Mematikan Lampu Selama Satu Jam?
Salah satu kampanye yang sering dilakukan dalam peringatan Hari Keantariksaan Nasional adalah mengajak masyarakat mematikan lampu luar ruangan pada pukul 20.00–21.00 waktu setempat.
Tujuannya bukan untuk menghemat listrik semata, melainkan untuk mengurangi polusi cahaya (light pollution) sehingga langit malam menjadi lebih gelap. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati keindahan bintang, planet, dan benda langit lainnya yang sering kali sulit terlihat akibat cahaya buatan dari perkotaan.
Selain memberikan pengalaman mengamati langit malam, kampanye ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung kegiatan penelitian astronomi.
Hari Keantariksaan Nasional setiap 6 Agustus menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.
Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal dunia antariksa, menghargai peran teknologi satelit dalam kehidupan sehari-hari, serta ikut menjaga langit malam agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Tonton: Deposito Bank Digital, Siapa Paling Tinggi?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News