Peristiwa

Setelah Tapteng dan Sibolga, Kini Warga Aceh Mulai Kelaparan, Bantuan Belum Masuk

Minggu, 30 November 2025 | 09:16 WIB
Setelah Tapteng dan Sibolga, Kini Warga Aceh Mulai Kelaparan, Bantuan Belum Masuk

ILUSTRASI. Foto udara sejumlah rumah bendungan diterjang banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Ribuan warga Aceh Timur terjebak banjir setinggi 2 meter sejak 25 November 2025. Akses terputus, listrik padam, dan sinyal hilang.


Reporter: kompas.com  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - ACEH TIMUR. Banjir besar yang melanda Aceh Timur sejak Selasa (25/11/2025) semakin parah dan membuat ribuan warga terjebak tanpa akses keluar. Jalan utama terputus, jaringan listrik padam, dan sinyal komunikasi hampir sepenuhnya hilang.

Muhammad bin Ishak, warga setempat yang akrab disapa Cek Mad, menggambarkan kondisi kampungnya sudah sangat genting.

“Kami di Aceh Timur mulai kelaparan. Akses jalan putus. Sinyal HP hilang, listrik padam, kami terkurung karena ketinggian air sejak hari Selasa, 2 meter lebih,” ujarnya dalam pesan singkat yang berhasil dikirim menggunakan sinyal darurat di Pendopo Bupati Aceh Timur, Idi Rayeuk, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga: Hingga Kamis, Banjir dan Longsor Masih Melanda Sejumlah Tempat di Tapteng & Sibolga

Menurutnya, kesempatan berkomunikasi nyaris tidak ada karena hanya titik tertentu yang masih memiliki sinyal darurat. “Saat ini saya dapat sinyal darurat di pendopo bupati, mungkin hanya sesaat,” katanya.

Data sementara menunjukkan sedikitnya delapan warga meninggal dunia akibat banjir. Korban berasal dari sejumlah kecamatan, termasuk Peunaron, Peureulak Barat, Peudawa, Ranto Peureulak, Banda Alam, dan Idi Tunong. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah karena banyak wilayah yang belum dapat dijangkau tim penyelamat.

Dua kecamatan, yakni Peunaron dan Serbajadi, hingga kini sama sekali tidak bisa diakses. Longsor dengan material setinggi dua meter dan panjang sekitar 100 meter masih menutup badan jalan, menghambat upaya evakuasi serta distribusi logistik.

Di tengah kondisi serba terbatas, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky disebut telah meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo. Permintaan itu disampaikan agar bantuan logistik dapat diterjunkan melalui jalur udara.

Baca Juga: Terisolasi 5 Hari, Warga Tapanuli Tengah dan Sibolga Sumut Mulai Krisis Makanan

“Bapak Bupati minta ke Bapak Presiden agar bantuan sembako dibawa dengan helikopter, karena jalan darat tidak tembus ke Aceh Timur dan stok logistik habis,” ujar Cek Mad.

Warga kini berharap bantuan udara dapat segera tiba, mengingat banjir kali ini disebut sebagai salah satu yang terburuk dalam sepuluh tahun terakhir di Aceh Timur. Upaya penyelamatan dan distribusi logistik menjadi kebutuhan mendesak agar kondisi warga yang terisolasi tidak semakin memburuk.

Sebelumnya warga di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga mulai kelaporan akibat belum masuknya bantuan di hari kelima pasca banjir dan longsor. Hingga Sabtu (29/11/2025), warga Tapteng dan Sibolga mengeluhkan belum masuknya bantuan pemerintah. 

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2025/11/30/071642978/korban-banjir-aceh-timur-kami-mulai-kelaparan-terkurung?source=headline.

 

Selanjutnya: 7 Pelajaran Penting untuk Wirausahawan saat Membangun Usaha Menurut Jeff Bezos

Menarik Dibaca: Tren Stencil Dinding Kamar Kekinian yang Bikin Ruang Tidur Makin Hidup Berkarakter

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru