KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan membongkar tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Pramono secara spesifik menyebut pembongkaran dilakukan pada pagi hari.
“Besok pagi hari lah, tapi nggak seperti keluhan selama ini terlalu pagi, enggak,” ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).
Pramono menjelaskan pembongkaran tersebut dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Pramono sekaligus meluruskan informasi soal anggaran yang sempat beredar di masyarakat.
Baca Juga: Siloam Surabaya Terapkan Robotic Total Knee Replacement, Pertama di Jatim
Menurut dia, biaya pembongkaran 98 tiang monorel hanya sebesar Rp 254 juta, bukan Rp 100 miliar seperti yang ramai disebut sebelumnya.
Anggaran Rp 100 miliar tersebut mencakup penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara menyeluruh setelah tiang monorel dibongkar, termasuk penataan jalur pejalan kaki, perbaikan jalan, serta ruang terbuka hijau.
“Jadi yang pertama anggaran untuk membongkar aja Rp 254 juta. Yang Rp 100 miliar itu adalah anggaran untuk mengatur pedestrian, jalan, taman selama satu tahun penuh,” kata Pramono.
Pramono juga memastikan, sebelum pembongkaran dilakukan, Pemprov DKI Jakarta telah berkomunikasi dengan PT Adhi Karya selaku pemilik tiang monorel tersebut.
“Udah kita surati dari dulu-dulu dan udah, pokoknya besok kita bongkarlah dan mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar,” kata Pramono.
Tanpa Penutupan Jalan
Di sisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan disiapkan agar kendaraan tetap bisa melintas.
“Jadikan lalu lintasnya kita akan lakukan semacam pengalihan arus,” ujar Syafrin saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Syafrin menjelaskan Jalan HR Rasuna Said terdapat jalur cepat dan jalur lambat. Ketika pekerjaan dimulai, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat.
Kendaraan lain bisa melintas di jalur cepat. Dengan cara ini, arus lalu lintas tetap berjalan tanpa penutupan jalan.
“Di sanakan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” kata Syafrin.
Baca Juga: Pajak Progresif DKI Jakarta 2026: Jangan Sampai Kena Tarif 6% Cuma Gara-Gara Ini
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/01/13/18404671/tiang-monorel-di-rasuna-said-dibongkar-besok-pagi.
Selanjutnya: Surge (WIFI) dan Pos Properti Kolaborasi Percepat Pemerataan Infrastruktur Digital
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News