KONTAN.CO.ID - Kota Bontang, Kalimantan Timur, dikuasai Golkar. Dua kadernya duduk sebagai wali kota dan ketua DPRD Bontang. Dua kader itu adalah ibu dan anak.
Ya, sang ibu Neni Moerniaeni menjabat sebagai wali kota, sedangkan anaknya Andi Faisal Sofyan Hasdam menjabat ketua DPRD Bontang. Andi yang berusia 34 tahun dilantik pada Jumat (4/10) di Bontang.
Saat dikonfirmasi Kompas.com, Andi Faisal mengatakan, keinginan menjadi ketua DPRD Kota Bontang bukan datang dari dirinya, tetapi dorongan masyarakat. Saat pleno usulan calon pimpinan DPRD dari DPD II Golkar Bontang, namanya masuk.
Baca Juga: Anggaran buat Tim Gubernur DKI naik pada 2020, ini perincian gaji mereka saat ini
"Saya tidak ada niat mau maju jadi ketua DPRD. Cuma masyarakat selalu datang minta saya," katanya, Jumat (4/10).
Lalu tiga nama diusulkan termasuk dirinya ke DPP Golkar melalui DPD I Golkar Kaltim. Turun SK DPP menunjuk dirinya sebagai ketua DPRD Bontang.
Andi tak mengetahui persis pertimbangan DPP memutuskan dirinya sebagai ketua DPRD. Hanya saja, ia memperoleh suara terbanyak, 4.640 suara atau setara perolehan dua kursi.
"Saya tidak tahu pertimbangan DPP apa. Tapi saya yang ditunjuk oleh DPP jadi ketua DPRD Bontang," ujar dia.
Baca Juga: Kembali jadi ketua DPRD DKI, Prasetio janji fokus persoalan banjir dan macet
Andi membantah ada konflik kepentingan dirinya dengan sang ibu yang menjabat sebagai wali kota Bontang. "DPRD itu sifatnya kolektif kolegial. Semua keputusan diambil bersama, bukan orang perorang," jelasnya.