KONTAN.CO.ID - Sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa peralihan menuju musim kemarau terjadi secara bertahap di berbagai daerah.
BMKG juga melaporkan bahwa fase awal musim kemarau tahun ini masih terbatas di sebagian kecil wilayah.
Dilansir dari Kompas TV, Senin (6/4/2026), berdasarkan data Zona Musim (ZOM), hingga akhir Maret 2026 baru sekitar 7% wilayah Indonesia atau setara 49 ZOM yang telah mengalami musim kemarau.
Informasi mengenai wilayah yang mulai memasuki musim kemarau ini penting diketahui masyarakat sebagai acuan dalam mengantisipasi cuaca kering, terutama untuk sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, hingga aktivitas sehari-hari.
Lalu, wilayah mana saja yang sudah mengalami kemarau pada April 2026?
Baca Juga: Imbas Konflik AS-Iran, Ekspor Jateng Berpotensi Turun Sekitar US$ 300 Juta
Wilayah Indonesia yang sudah masuk musim kemarau April 2026
Sebaran wilayah yang mulai memasuki musim kemarau tersebut masih belum merata dan umumnya terjadi di sejumlah daerah di Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Barat.
BMKG memperkirakan jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Peningkatan ini diperkirakan terjadi terutama pada periode April hingga Juni 2026 seiring peralihan musim yang berlangsung bertahap di berbagai daerah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mencatat wilayah yang telah memasuki musim kemarau antara lain Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, dan sebagian Sulawesi Tenggara.
Lalu sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.
Berikut daftar wilayah yang telah memasuki musim kemarau:
- Sebagian kecil Aceh
- Sebagian kecil Sumatera Utara
- Sebagian kecil Riau
- Sebagian Sulawesi Tengah
- Sebagian kecil Gorontalo
- Sebagian Sulawesi Barat
- Sebagian Sulawesi Selatan
- Sebagian Sulawesi Tenggara
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Sebagian kecil Maluku
- Sebagian kecil Papua Barat
Baca Juga: Jakarta Masih Dilanda Pancaroba hingga 9 April, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” kata Faisal dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.com, Senin (6/4/2026).