Peristiwa

Anies: Kita harus tarik rem darurat, kalau tidak kita semua bisa kembali dalam rumah

Senin, 13 Juli 2020 | 05:40 WIB Sumber: Kompas.com
Anies: Kita harus tarik rem darurat, kalau tidak kita semua bisa kembali dalam rumah

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. KONTAN/Fransiskus Simbolon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ini peringatan yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk warga Jakarta. Dia  memperingatkan warga terkait lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi hari ini. 

Menurut Anies, jika kondisi ini terus terjadi, pemerintah bisa menghapuskan segala kebijakan pelonggaran yang dilakukan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. 

“Saya ingatkan pada semua jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake,” kata Anies dalam video yang diunggah akun Youtube Pemprov DKI, Minggu (12/7/2020). 

Baca Juga: Anies: Persebaran Covid-19 di Jakarta sebagian besar terjadi di pasar

“Bila itu terjadi, maka kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus,” sambung dia. 

Cara yang bisa dilakukan warga Jakarta agar kondisi itu tak terjadi yakni patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Hal pertama yang penting dilakukan adalah tetap menggunakan masker, di mana dan kapan saja. Kemudian selalu menjaga jarak aman kurang lebih satu meter antara satu dan lainnya. Jumlah orang dalam suatu ruangan juga harus 50% dari total kapasitas yang ada. 

Baca Juga: Corona di Jakarta, Anies Baswedan: Positivity rate Covid-19 naik jadi 10,5%

“Dan yang paling penting dari semuanya jangan ragu untuk mengingatkan siapapun kapanpun-di manapun. Ingatkan, tegur bila ada yang tidak pakai masker, bila tidak jaga jarak, bila ruangan lebih dari kapasitas 50%, bila tidak melakukan cuci tangan,” ujar Anies. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru