KONTAN.CO.ID - Mari memahami secara sederhana tentang waktu pembesaran udah galah hingga siap panen.
Udang galah merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Udang ini banyak dibudidayakan karena memiliki ukuran tubuh relatif besar dan daging yang diminati konsumen.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha budidaya adalah waktu pemanenan.
Pembudidaya perlu mengetahui berapa lama udang galah bisa mencapai ukuran konsumsi agar dapat memperkirakan biaya pakan, masa pemeliharaan, dan waktu penjualan.
Baca Juga: Jumlah Ikan Nila dalam Kolam yang Ideal Berdasarkan Luasnya
Berapa Bulan Udang Galah Bisa Dipanen?
Dikutip dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, udang galah dapat dipanen setelah menjalani pemeliharaan selama 3-4 bulan.
Lama pemeliharaan tersebut merupakan perkiraan untuk sistem pembesaran di kolam.
Penelitian yang diterbitkan dalam Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2020 juga menunjukkan bahwa udang galah dapat mencapai ukuran pasar setelah dipelihara selama empat bulan.
Dalam penelitian tersebut, benih udang galah berukuran 3-5 cm dipelihara di kolam tanah selama empat bulan.
Hasilnya menunjukkan bahwa kepadatan tebar 4 ekor per meter persegi menghasilkan persentase udang berukuran sesuai standar pasar lebih tinggi dibandingkan kepadatan 10 ekor per meter persegi.
Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Bau Lumpur pada Ikan Nila Hasil Budidaya
Berapa Ukuran Udang Galah yang Siap Panen?
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-7244-2006 tentang produksi udang galah kelas pembesaran di kolam, udang galah ukuran konsumsi memiliki bobot sekitar 30-50 gram per ekor.
Standar tersebut juga menjelaskan bahwa udang galah mencapai ukuran konsumsi pada umur sekitar 225-250 hari sejak telur menetas.
Sementara itu, penelitian KKP yang diterbitkan pada 2020 mencatat bahwa pembesaran selama empat bulan dapat menghasilkan udang dengan ukuran sesuai standar pasar.
Udang galah bisa dipanen secara bertahap apabila sebagian populasi sudah mencapai ukuran yang sesuai dengan permintaan pasar.
Cara ini memungkinkan pembudidaya mengambil udang berukuran konsumsi tanpa harus menunggu seluruh populasi mencapai ukuran yang sama.
Namun, panen lebih awal perlu mempertimbangkan ukuran dan bobot udang. Jika sebagian besar udang masih terlalu kecil, pemanenan terlalu cepat dapat mengurangi hasil produksi dan nilai jual.
Pembudidaya juga perlu memantau pertumbuhan secara berkala. Pengambilan sampel dapat dilakukan untuk mengetahui perkembangan bobot dan ukuran udang selama masa pembesaran.
Baca Juga: Kapan Ikan Nila Bisa Dipanen? Pahami Umur dan Ukuran Idealnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News