KONTAN.CO.ID - Bungkil kedelai merupakan salah satu bahan baku sumber protein nabati yang banyak digunakan dalam pembuatan pakan ayam.
Bungkil kedelai biasanya dicampurkan dengan jagung, dedak, dan bahan lainnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam.
Bahan ini memiliki kandungan protein cukup tinggi serta mengandung sejumlah asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produksi telur.
Baca Juga: Panduan Vaksinasi Ayam: Jenis, Jadwal, dan Cara Pemberian
Apa Itu Bungkil Kedelai?
Bungkil kedelai atau soybean meal merupakan hasil samping pengolahan biji kedelai setelah minyaknya diekstraksi.
Bahan tersebut kemudian melalui proses pengolahan dan pemanasan sebelum digunakan sebagai bahan baku pakan ternak.
Bungkil kedelai berbeda dengan ampas tahu. Ampas tahu merupakan sisa proses pembuatan tahu, sedangkan bungkil kedelai berasal dari pengolahan biji kedelai untuk mengambil minyaknya.
Kandungan proteinnya relatif tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ayam broiler maupun ayam petelur.
Baca Juga: Kenali 5 Ciri Ayam Petelur yang Sudah Tidak Produktif
Kandungan Nutrisi Bungkil Kedelai
Berdasarkan informasi Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, kandungan protein bungkil kedelai berkisar 42-50%, bergantung pada kualitas dan proses pengolahannya.
Sementara itu, data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 4227:2013 mencantumkan kandungan protein kasar minimal 46% untuk bungkil kedelai mutu I dan minimal 42% untuk mutu II.
Selain protein, bungkil kedelai mengandung beberapa nutrisi penting seperti lisin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh ayam.
Ada juga metionin yang berperan dalam pertumbuhan, pembentukan bulu, dan metabolisme.
Bungkin kedelai juga mengandung energi dan lemak, meskipun jumlahnya bergantung pada metode ekstraksi minyak dan kualitas bahan.
Baca Juga: Ukuran Kandang Ayam yang Ideal, Ini Patokan yang Perlu Diketahui
Manfaat Bungkil Kedelai untuk Pakan Ayam
Berdasarkan kandungan nutrisinya, maka manfaat bungkil kedelai untuk ayam bisa dirangkum sebagai berikut:
1. Membantu Pertumbuhan Ayam
Protein dibutuhkan ayam untuk membentuk otot, jaringan tubuh, bulu, dan berbagai komponen penting lainnya.
Bungkil kedelai dapat menjadi sumber protein nabati untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, bahan ini banyak digunakan dalam formulasi pakan ayam broiler.
2. Mendukung Produksi Telur
Ayam petelur membutuhkan protein dan asam amino untuk menunjang pembentukan telur.
Kandungan lisinnya juga berperan dalam mendukung pemeliharaan jaringan tubuh dan proses produksi.
Ketersediaan kalsium, fosfor, energi, dan nutrisi lainnya juga berpengaruh terhadap produktivitas serta kualitas telur.
3. Menjadi Sumber Protein Nabati
Bahan ini memiliki profil asam amino yang cukup baik dan tingkat kecernaan protein yang relatif tinggi.
Menurut University of Georgia Extension, bungkil kedelai memiliki profil asam amino esensial yang baik sehingga banyak digunakan dalam formulasi pakan unggas.
Penggunaannya dapat dikombinasikan dengan bahan lain seperti jagung, dedak, dan tepung ikan. Kombinasi tersebut membantu menyediakan nutrisi yang lebih lengkap sesuai kebutuhan ayam.
Baca Juga: Cara Membersihkan Kandang Ayam yang Benar untuk Pemula
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News