5 Tips Mengurangi Bau Lumpur pada Ikan Nila Hasil Budidaya

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:10 WIB
5 Tips Mengurangi Bau Lumpur pada Ikan Nila Hasil Budidaya

ILUSTRASI. Ikan Nila (KONTAN/Muradi)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Ikan nila hasil budidaya terkadang memiliki bau atau cita rasa seperti lumpur ketika dimasak.

Bau lumpur pada ikan tidak selalu berarti ikan dalam kondisi tidak segar. Cita rasa tersebut dapat berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat ikan dibudidayakan.

Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama cita rasa lumpur pada ikan adalah senyawa geosmin yang dapat dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu di perairan.

Karena itu, Anda sebagai pembudidaya sebaiknya tidak hanya mengandalkan cara menghilangkan bau setelah ikan dipanen. Kondisi kolam juga perlu diperhatikan selama masa pemeliharaan.

Baca Juga: Tips Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan Nila agar Tidak Mudah Mati

1. Perhatikan Kualitas Air Kolam

Kondisi air menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko munculnya bau lumpur pada ikan nila.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menekankan pentingnya pengelolaan media budidaya, termasuk menjaga aerasi, mengontrol kondisi air, dan membuang sebagian air ketika kondisi kolam mulai terlalu pekat.

Air kolam yang terlalu banyak mengandung bahan organik atau mengalami pertumbuhan mikroorganisme secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas ikan.

Karena itu, Anda perlu memantau kondisi air secara rutin dan tidak membiarkan kolam terlalu kotor.

Baca Juga: Cara Menyiapkan Kolam Ikan Nila Sebelum Benih Ditebar, Catat Tahapannya

2. Jangan Beri Pakan Berlebihan

Sisa pakan yang tidak dimakan dapat menjadi bahan organik di dalam kolam.

Jika pemberian pakan terlalu banyak dan berlangsung terus-menerus, sisa tersebut dapat menumpuk dan memengaruhi kondisi air.

KKP dalam panduan budidaya nila juga menyarankan pengurangan jumlah pakan sementara ketika kondisi air mulai bermasalah dan ikan mengalami penurunan nafsu makan. KKP

3. Kurangi Penumpukan Bahan Organik di Kolam

Anda perlu memperhatikan kondisi dasar kolam dan melakukan pengelolaan air jika endapan atau limbah organik sudah terlalu banyak.

Pengelolaan lingkungan budidaya menjadi semakin penting karena kondisi perairan yang terlalu subur dapat berkaitan dengan munculnya senyawa penyebab off-flavour pada ikan.

Penelitian IPB menjelaskan bahwa geosmin dan 2-methylisoborneol (MIB) merupakan dua senyawa yang dapat menyebabkan bau atau cita rasa lumpur pada ikan.

Baca Juga: Tips Budidaya Ikan Nila: Cara Menentukan Ukuran Kolam yang Ideal

4. Perhatikan Pertumbuhan Alga dan Plankton

Pertumbuhan alga atau plankton secara berlebihan juga perlu diperhatikan.

Beberapa jenis mikroorganisme di perairan dapat menghasilkan senyawa yang menyebabkan bau tanah atau lumpur pada ikan.

Geosmin, misalnya, diketahui dapat dihasilkan oleh kelompok mikroorganisme tertentu seperti alga hijau-biru.

Jika air mengalami perubahan warna yang mencolok atau pertumbuhan alga terlihat berlebihan, kondisi tersebut perlu diperiksa dan ditangani sesuai sistem budidaya yang digunakan.

5. Lakukan Pemberokan Sebelum Ikan Dijual

Jika ikan sudah memasuki waktu panen tetapi masih memiliki bau lumpur, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pemberokan.

Pemberokan merupakan proses menempatkan ikan dalam air bersih selama periode tertentu sebelum dipasarkan atau diolah. 

Tujuannya antara lain membantu mengurangi cita rasa lumpur pada ikan.

Penelitian di lingkungan IPB mencatat bahwa ikan nila yang mengalami bau lumpur dapat ditempatkan dalam air bersih sebelum diolah.

Namun, durasi pemberokan perlu dipertimbangkan karena terlalu lama dapat menyebabkan penurunan bobot ikan.

Baca Juga: Jumlah Ikan Nila dalam Kolam yang Ideal Berdasarkan Luasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru