Peristiwa

Galang Dana untuk Pesisir Demak, 18 Perenang Xtreme Impack Seberangi Selat Madura

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51 WIB
Galang Dana untuk Pesisir Demak, 18 Perenang Xtreme Impack Seberangi Selat Madura

ILUSTRASI. Latihan renang sebelum menyeberangi selat madura (Dokumentasi extreme impact/dokumentasi extreme impact)


Reporter: Adi Wikanto  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sebanyak 18 perenang akan menyeberangi Selat Madura dalam kegiatan Xtreme Impact 2026 pada 1 November 2026. Aksi renang perairan terbuka ini digelar untuk menggalang donasi bagi warga pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada tantangan olahraga, tetapi juga mengusung misi sosial dan lingkungan. Panitia menargetkan penghimpunan donasi hingga Rp 1 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur adaptif serta penguatan ekonomi perempuan nelayan di Timbulsloko.

Penggagas Xtreme Impact, Arto Biantoro, mengatakan, aksi renang tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan perhatian publik terhadap kondisi masyarakat pesisir yang terdampak perubahan iklim.

Menurut Arto, keberanian para perenang diharapkan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi warga yang kehilangan akses darat dan menghadapi kerusakan lingkungan di tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Operasi Patuh Jaya 2026, ETLE merekam 103.779 Pelanggaran, Ini Cara Cek Tilang ETLE

Xtreme Impact 2026 sasar infrastruktur pesisir Demak

Penggalangan dana Xtreme Impact 2026 didukung platform sosial BenihBaik.com bersama Bandar Djakarta Group. BenihBaik.com bertindak sebagai pengumpul donasi dari masyarakat umum. Sedangkan Bandar Jakarta, akan menyalurkan bantuan dari sebagian penjualan yang terkumpul beberapa bulan terakhir hingga Desember 2026.

Dana yang terkumpul direncanakan untuk membangun sejumlah fasilitas bagi warga Desa Timbulsloko.

Target dana sebesar Rp 1 miliar pada akhir 2026. "Sejauh ini sudah terkumpul Rp 400-an juta," ujar Arto dalam konferensi pers peluncuran Xtreme Impact Menembus Selat Madura, Selasa 27 Oktober 2026.

Program yang disiapkan antara lain pembangunan jalan dan jembatan apung, penyediaan fasilitas air bersih, serta pembangunan rumah produksi hasil laut bernama Omah Iwak.

Rumah produksi tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pengolahan hasil laut oleh kelompok perempuan nelayan Puspita Bahari. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga nelayan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya, mengatakan, masyarakat pesisir membutuhkan dukungan konkret untuk mempertahankan kehidupan dan mata pencaharian mereka.

Ia menilai, perempuan nelayan di Timbulsloko tidak hanya membutuhkan bantuan sosial, tetapi juga akses terhadap fasilitas yang dapat menunjang aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Ketua Perkumpulan Perempuan Nelayan Puspita Bahari Demak, Masnu’ah, mengaku terharu dengan inisiatif ini. Menurut dia, banjir rob yang masuk ke rumah dan kerusakan jalan menjadi tantangan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.

Pembangunan akses jalan apung dan rumah produksi hasil laut diharapkan dapat membantu aktivitas warga, termasuk mendukung akses pelajar dan keberlangsungan usaha perempuan nelayan.

Baca Juga: Resmi! Mulai 2027 Biskita Trans Depok Berbayar, Ini Tarif Penumpang Pelajar-Lansia

TNI AL siapkan pengamanan penyeberangan Selat Madura

Penyeberangan Selat Madura menjadi salah satu agenda utama Xtreme Impact 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II di Surabaya menuju Pulau Madura.

Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral), Rully Riono, mengatakan, karakteristik arus laut dan kepadatan jalur pelayaran menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam kegiatan tersebut.

Untuk mendukung keselamatan peserta, TNI AL melalui Koarmada II menyiapkan prosedur pengamanan laut, tim penyelamat dari Pasukan Katak, kapal pengawal, serta dukungan medis darurat.

Dari sisi kesehatan, Business Development Director RS Abdi Waluyo, Johnny Nurman menyampaikan bahwa para perenang amatir telah menjalani pemeriksaan medis. Pemeriksaan tersebut mencakup fungsi kardiovaskular, paru-paru, dan ketahanan fisik.

Xtreme Impact 2026 digerakkan oleh Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (CC92) sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Kolese Kanisius.

Selain penggalangan dana melalui aksi renang, kegiatan ini juga mencakup bakti sosial operasi katarak gratis bagi hingga 150 pasien dari kelompok prasejahtera di lingkungan Koarmada II TNI AL Surabaya.

Panitia mengajak masyarakat, komunitas, dan kalangan korporasi berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk mendukung program sosial tersebut.

Donasi dapat disalurkan melalui kampanye BenihBaik.com bertajuk “Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak”. 

Baca Juga: 30 Ucapan dan Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2026, Rayakan dengan Semangat

Perenang amatir

18 perenang di ajang ini umumnya adalah perenang amatir dari berbagai usia dan kalangan. Tertua adalah Jimmy Sukrisno, warga Jakarta Barat yang kini berusia 70 tahun. Ia mengambil bagian di acara ini karena ingin menyalurkan hobi sekaligus berbuat kebaikan.

"Saya biasanya renang 4-5 kali seminggu. Tapi ini akan jadi pengalaman pertama berenang di laut," kata alumni Kolese Kanisius.

Ada juga mantan atlet renang tahun 1970-an yang kini berusia 61 tahun, Sylvia Djwahir. Meski kini Ia berjalan kaki menggunakan alat bantu akibat penyakit TB Meningitis dan disertai komplikasi berat berupa cedera Medula Spinalis, alumni SMA Negeri 3 Jakarta ini antusias mengikuti kegiatan ini demi mendukung masa depan nelayan dan komunitas Puspita Bahari.

"Saya langsung setuju ketika diajak ikut Xtreme Impact, karena programnya baik untuk membantu sesama," kata Sylvia.



 

Danantara Rombak 750 Perusahaan 213 Dilikuidasi, 208 Dijual

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru