KONTAN.CO.ID - Simak cara mengatasi anak ayam yang kedinginan saat musim hujan yang mulai berlangsung di Indonesia saat ini.
Musim hujan dapat membuat suhu lingkungan turun dan meningkatkan kelembapan di dalam kandang ayam.
Anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya secara optimal sehingga lebih rentan mengalami kedinginan atau cold stress.
Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas, konsumsi pakan, pertumbuhan, dan kesehatan ayam.
Karena itu, Anda perlu mengetahui tanda anak ayam kedinginan sekaligus cara mengatasinya, terutama ketika musim hujan.
Tanda Anak Ayam Kedinginan
Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui kondisi anak ayam adalah dengan memperhatikan perilakunya di dalam kandang.
Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), menjelaskan bahwa anak ayam yang terlalu dingin dapat terlihat bergerombol di sekitar sumber panas dan kurang aktif.
Idealnya, anak ayam tersebar secara lebih merata di dalam area brooding atau pembesaran, aktif bergerak, serta dapat mengakses pakan dan air minum dengan mudah.
Baca Juga: Cara Membersihkan Kandang Ayam yang Benar untuk Pemula
Cara Mengatasi Anak Ayam Kedinginan
Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu menjaga anak ayam tetap hangat selama musim hujan.
1. Gunakan Pemanas
Pemanas atau heater menjadi salah satu perlengkapan penting selama masa brooding.
Pemanas dapat membantu menjaga suhu kandang ketika udara menjadi lebih dingin.
Jenis pemanas yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi dan skala pemeliharaan.
Jika anak ayam terus bergerombol di bawah atau di sekitar pemanas, jangan langsung menambah panas secara berlebihan.
Periksa kembali suhu kandang dan lihat penyebaran anak ayam.
Baca Juga: Tips Merawat Ayam di Cuaca Panas agar Tidak Terkena Heat Stress
2. Perhatikan Suhu Kandang
Suhu perlu disesuaikan dengan umur anak ayam karena kebutuhan panas akan berubah seiring pertumbuhannya.
BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Agroklimat mencatat bahwa ayam KUB pada fase starter umur 0-4 minggu membutuhkan suhu kandang sekitar 32-35 derajat Celsius.
Kemudian, suhu diturunkan secara bertahap hingga sekitar 28 derajat Celsius.
Anda dapat menggunakan termometer ruangan untuk membantu memantau suhu.
3. Gunakan Tirai untuk Meghalau Hembusan Angin
Saat musim hujan, udara dingin dari luar dapat masuk ke kandang dan membuat suhu area brooding turun.
BBPP Kupang menyebut tirai tambahan dapat digunakan pada daerah dengan kondisi udara dingin atau ketika musim hujan.
Namun ada yang perlu diperhatikan. Jangan membuat kandang tertutup sepenuhnya.
Ventilasi tetap diperlukan agar udara di dalam kandang tidak menjadi buruk dan kelembapan tidak terlalu tinggi.
Baca Juga: Ukuran Kandang Ayam yang Ideal, Ini Patokan yang Perlu Diketahui
4. Pastikan Litter Tetap Kering
Alas kandang atau litter juga perlu mendapat perhatian saat musim hujan.
Litter yang basah dan lembap dapat membuat kondisi kandang tidak nyaman bagi anak ayam.
BBPP Kupang menyebut litter berfungsi membantu menjaga suhu dan kelembapan kandang, sehingga kondisinya perlu dipertahankan agar tetap sesuai.
Jika bagian litter sudah basah atau menggumpal, segera bersihkan dan tambahkan bahan litter yang kering.
5. Atur Posisi Pakan dan Air Minum
BBPP Kupang menyarankan tempat pakan ditempatkan pada posisi yang mudah dijangkau anak ayam.
Air minum juga harus selalu tersedia dan mudah diakses.
Dengan begitu, anak ayam tetap dapat makan dan minum tanpa harus terlalu lama berada di area kandang yang dingin.
Nah, itu dia beberapa cara mengatasi anak ayam yang kedinginan saat musim hujan.
Baca Juga: Ayam Tidak Bertelur? Ini 6 Penyebab yang Perlu Diketahui Peternak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News