KONTAN.CO.ID - Jakarta. Apakah sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih ada di sekitar kita? Berikut tiga link resmi dan alternatif untuk cek data sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terkini secara akurat.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi belakangan ini memicu sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh karena jangkauan dan arah sebaran abu sangat dinamis mengikuti aktivitas erupsi serta kondisi atmosfer.
Berdasarkan analisis citra satelit BMKG, sebaran abu vulkanik terbagi menjadi dua klaster utama pada ketinggian yang berbeda. Abu pada lapisan hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.
Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.
Baca Juga: Sekolah Di Kota Bekasi PJJ Mulai Hari Ini (8/9), Sampai Kapan? Cek Aturan Resmi!
Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau secara mandiri, berikut adalah tiga kanal yang dapat diakses:
1. Laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG
Pilihan utama yang paling akurat adalah mengakses laman resmi Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG melalui tautan https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik.
Situs ini menyajikan citra satelit terbaru mengenai sebaran abu vulkanik. Pada peta, hasil analisis sebaran abu ditandai dengan warna merah di dalam poligon kuning. Data ini bersumber dari informasi aktivitas gunung berapi Volcanic
Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin. BMKG mengingatkan agar pengguna yang memanfaatkan citra ini tetap mencantumkan sumber resmi BMKG dan tidak memotong bagian logo atau keterangan sumber.
Tonton: Harga SBN Turun, BI Bisa Rugi? Ini Penjelasannya
2. Akun Instagram Resmi BMKG (@InfoBMKG)
Bagi masyarakat yang ingin memantau informasi dengan ringkas dan mudah dipahami, akun Instagram resmi @InfoBMKG menjadi kanal alternatif yang sangat andal. BMKG secara aktif membagikan siaran pers dan pembaruan darurat melalui media sosial untuk mengedukasi masyarakat luas. Selain akun resmi BMKG, masyarakat juga diimbau untuk merujuk pada informasi dari PVMBG/Badan Geologi serta instansi pemerintah berwenang lainnya.
3. Dashboard Alternatif (abu.cikoytew.my.id)
Alternatif ketiga adalah situs pihak ketiga melalui dashboard abu.cikoytew.my.id. Situs ini menggabungkan berbagai sumber data seperti VAAC Darwin untuk sebaran abu, pemodelan CAMS/ECMWF melalui Windy untuk informasi angin dan sulfur dioksida (SO2), serta data silang dari PVMBG.
Meski menyediakan fitur pencarian jarak sebaran ke berbagai kota dan lini waktu pergerakan abu, masyarakat tetap disarankan untuk membandingkan informasi dari situs non-resmi ini dengan data dari instansi pemerintah seperti BMKG dan PVMBG demi keamanan.
Perlu diingat bahwa peta sebaran abu vulkanik bersifat tidak statis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada intensitas erupsi serta kecepatan angin. Tetap utamakan informasi dari kanal-kanal resmi untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik secara tepat.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/09/07/12013127/3-link-untuk-pantau-sebaran-abu-anak-krakatau-dari-hp?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News