KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengoptimalkan status pasar-pasar kelolaannya tidak hanya sebatas untuk transaksi ekonomi saja.
Untuk itu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong agar pasar-pasar di Jakarta bertransformasi dari tempat transaksi ekonomi menjadi pusat kegiatan budaya, sosial, hingga destinasi wisata kelas dunia.
Hal ini disampaikan Pramono saat membuka diskusi bertajuk 'Transforming Jakarta's Markets: Leveraging Pasar as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development' di Graha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/2).
"Sebagai global city, Jakarta ini memiliki 153 pasar. Sebagai Gubernur berharapdi pasar, orang bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi pasar juga akan menjadi kegiatan budaya, sosial, ekonomi, kemudian juga wisata," ujar Pramono di keterangan, Senin (23/2).
Baca Juga: Pasar Tanah Abang Semrawut Akibat PKL dan Parkir Liar, Ini Kata Wagub DKI Jakarta
Gubernur pun menyoroti potensi 153 pasar yang dimiliki Jakarta. Ia membandingkan potensi pasar lokal dengan pasar internasional ternama seperti Tsukiji di Tokyo, Nishiki di Kyoto, hingga Chatuchak di Bangkok.
Di Jakarta sendiri, beberapa pasar seperti Pecinan Glodok, Pasar Baru, Blok M, dan Pasar Santa telah menjadi destinasi bagi banyak wisatawan. Namun ia mendorong adanya perbaikan infrastruktur dan digitalisasi pasar untuk meningkatkan daya saing.
Baca Juga: Dimulai di Pasar Minggu, Pemprov Jakarta akan Revitalisasi Pasar Tradisional
"Termasuk infrastruktur untuk fisik, kemudian cara membayarnya dengan digitalisasi, kemudian juga menjadi lebih aman, premanisme untuk parkir tidak ada lagi," jelasnya.
Pramono berharap, pasar di Jakarta bisa menjadi pendorong pembangunan kota. Karena itu, ia pun menekankan perlunya pengelolaan pasar yang dilakukan dengan baik.
Salah satu upaya modernisasi pasar yang telah dilakukan Pemprov DKI yakni digitalisasi. Dalam lomba digitalisasi di 20 pasar selama dua pekan berhasil meningkatkan transaksi menggunakan pembayararan non-tunai hingga 47%.
Selain memberikan kemudahan bagi pengunjung, menurutnya digitalisasi juga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi.
Baca Juga: Produk UMK Lokal Kian Kompetitif di Pasar Pameran
Pramono memaparkan, kontribusi finansial baik dari penjualan, retribusi, dan pajak yang dihasilkan oleh pasar tercatat mencapai Rp150 triliun tiap tahunnya. Sementara di Jakarta sendiri memiliki 153 pasar dengan 286.997 UMKM yang terlibat.
"Inilah yang menjadi kekuatan utama Jakarta saat ini," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pergeseran gaya hidup generasi muda saat inipun juga berdampak pada keberlangsungan pasar. Ia mencontohkan banyaknya anak muda yang lebih memilih untuk berkumpul di Pasar Santa sambil menikmati kopi ataupun di Blok M untuk berkuliner baik di pagi maupun malam hari.
Kondisi itupun dinilainya menjadi potensi yang harus dimanfaatkan untuk terus mengembangkan pasar-pasar di Jakarta.
Untuk menghidupkan kembali berbagai pasar di Jakarta, Pramono menekankan pentingnya akses transportasi yang memadai. Melalui pembangunan infrastruktur seperti stasiun MRT serta penyediaan layanan Transjakarta yang lebih luas akan mendorong peningkatan aktivitas di pasar-pasar Jakarta.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania berharap penyelenggaraan diskusi tersebut bisa menghasilkan agenda strategis, termasuk identifikasi pasar prioritas sebagai proyek mercusuar dan penyusunan agenda transformasi lima tahun ke depan.
Selanjutnya: Kerusuhan Usai Tewasnya “El Mencho”, Empat Laga Sepak Bola Meksiko Ditunda
Menarik Dibaca: Harga Emas Dunia Lanjut Naik di atas US$ 5.100, Terpicu Tarif AS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News