kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45793,95   -1,37   -0.17%
  • EMAS942.000 0,43%
  • RD.SAHAM 0.14%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.04%

PKL Tanah Abang tolak relokasi dan akan ajukan petisi ke Gubernur DKI


Kamis, 13 Februari 2020 / 10:05 WIB
PKL Tanah Abang tolak relokasi dan akan ajukan petisi ke Gubernur DKI
ILUSTRASI. Pedagang kaki lima kembali berjualan di Jalan Jatibaru Raya bakal direlokasi

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci

Lanjar menambahkan, pedagang-pedagang yang tergabung di JP 15 hendak melayangkan petisi ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari ini. 

Sebanyak lima orang perwakilan  JP 15, dan 10 orang perwakilan paguyuban PKL Jakarta Pusat akan pergi ke Balai Kota untuk memberikan petisi tersebut. 

"Kami mau adakan petisi ke Gubernur. Karena kami kan enggak berdampak proyek (pembangunan kawasan integrasi transportasi umum), tapi kenapa dipindah semua," kata Lanjar

Ia berharap dengan adanya petisi itu, Anies dan pejabat yang menentukan nasib mereka bisa berdiskusi terkait rencana pembongkaran dan pemindahan tersebut. Terkait penolakan dari PKK itu, Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, dari awal izin penggunaan lokasi tersebut hanya sementara.

Baca Juga: Sejumlah wilayah Jakarta kebanjiran, ini kata Anies

"Jadi itu sebenarnya sudah kami kasih tahu kalau loksem, lokasi sementara. Jadi sewaktu-waktu kalau pemerintah mau pakai, ya harus berangkat," ujar Irwandi. 

Pembongkaran tersebut juga tidak semena-mena. Pemerintah menyediakan dua lokasi relokasi di lokbin Palmerah dan Cempaka Sari. "(Jika tidak mau pindah) kami akan tertibkan karena itu harus dikosongkan. Ini sudah ada keputusan untuk kepentingan yang lebih tinggi," ucap Irwandi. 

"Kalau tiga bangunan doang yang digusur nanti pada ngiri dong, belum lagi manuver (bus) transjakarta nanti bakal terganggu juga," pungkas Irwandi. (Jimmy Ramadhan Azhari)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PKL Tanah Abang Bergejolak Lagi, Mereka Tolak Relokasi dan Akan Ajukan Petisi ke Anies".



TERBARU

[X]
×