Suhu di Jakarta dan sekitarnya terasa lebih dingin, begini penjelasan BMKG

Selasa, 22 Juni 2021 | 14:54 WIB Sumber: Kompas.com
Suhu di Jakarta dan sekitarnya terasa lebih dingin, begini penjelasan BMKG

ILUSTRASI. Awan mendung menghiasi langit Jakarta, Rabu (21/10/2020). Belakangan, suhu udara di Jakarta dan sekitarnya yang terasa lebih dingin. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah netizen di media sosial TikTok mengungkapkan mengenai suhu udara di Jakarta dan sekitarnya yang terasa lebih dingin. 

Unggahan tersebut salah satunya dari akun tikTok @_glgp. “Sejuk2 gimana gitu,” tulisnya sembari melampirkan sebuah video.

Hingga kini, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 43.900 pengguna dan mendapat lebih dari 6.600 komentar. 

Sejumlah warganet yang mengomentari unggahan itu juga mengatakan hal serupa. “Jakarta kalo malem emang dingin terus tapi kemarin malem dingin parah,” tulis akun Ptrx. 

Baca Juga: Cuaca hari ini di Jabodetabek hujan merata, waspada potensi banjir di Jakarta

Penjelasan BMKG 

Terkait kondisi Jakarta yang dingin, Achmad Rifani, Prakirawan Cuaca dari BMKG, menjelaskan, bila ditarik mundur ke beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di Jabodetabek memang cenderung hujan selama siang-malam dan berawan cukup tebal sepanjang hari. 

“Kondisi ini yang menyebabkan suhu udara menjadi lebih dingin dari biasanya,” ujar dia, Senin (21/6), kepada Kompas.com. 

Tetapi, menurutnya, berdasarkan data historis observasi yang ada, suhu rendah tersebut masih dalam kategori normal.

Belakangan suhu di wilayah Jakarta yang tercatat dari pengamatan di Stasiun Pengamatan Cuaca BMKG di Kemayoran selama 18-21 Juni berkisar 24,2 sampai 26,0 derajat Celsius. 

Baca Juga: Viral video Matahari terbit dari Utara di Jeneponto, begini penjelasan BMKG

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyebutkan, suhu yang dirasa dingin lebih karena kondisi hujan yang terjadi. Sejauh ini, peralatan BMKG di sekitar Depok mencatat suhu udara yang cukup rendah. 

“Peralatan BMKG di sekitar Depok mencatat suhu udara yang cukup rendah dalam dua hari terakhir, yaitu berkisar 22-23 derajat Celsius,” kata Indra. 

Suhu yang cukup rendah tersebut, dia bilang, dipengaruhi hujan yang turun. “Suhu 22-23 derajat Celsius tersebut terutama pada sore dan malam atau pagi hari,” terang Indra. 

Sejatinya, saat ini Indonesia seharusnya mengalami musim kemarau. Tetapi, kenyataannya belakangan hujan turun di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa, dengan intensitas yang beragam, mulai ringan hingga lebat. 

Baca Juga: Kalau tsunami hantam pantai Selatan Blitar, cuma 16 menit waktu untuk selamatkan diri

Indra mengatakan, hujan yang masih turun saat ini, dari analisis BMKG, lantaran ada aliran massa udara lembap dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia khususnya bagian Barat. 

“Hal ini diindikasikan dengan indeks dipole mode yang negatif (anomali suhu muka laut di perairan Selatan Jawa bagian Barat positif/lebih hangat),” ungkapnya. 

Penyebab yang kedua, ia menambahkan, BMKG menganalisis karena ada gelombang Rossby yang memicu hujan di wilayah Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Jakarta dan Depok Terasa Dingin? Ini Penjelasan BMKG"

Penulis: Nur Rohmi Aida
Editor: Rizal Setyo Nugroho

Selanjutnya: Bukan 24 menit, potensi tsunami di Jatim bisa capai pantai Blitar dalam 20 menit

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru