Uji coba KBM tatap muka DKI Jakarta: Hanya 2 jam di sekolah, maksimal 16 siswa

Selasa, 06 April 2021 | 09:37 WIB Sumber: Kompas.com
Uji coba KBM tatap muka DKI Jakarta: Hanya 2 jam di sekolah, maksimal 16 siswa

ILUSTRASI. Mulai Rabu (7/8/2021) besok, uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk sekolah di DKI Jakarta akan dilaksanakan. ANTARA FOTO/Jojon/aww.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai Rabu (7/8/2021) besok, uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk sekolah di DKI Jakarta akan dilaksanakan. Uji coba ini akan berlangsung hingga 29 April 2021. 

Kebijakan ini sejalan dengan keputusan pemerintah pusat yang sudah mengizinkan sekolah tatap muka digelar di tengah pandemi Covid-19. Meski demikian, tak semua sekolah di Ibu Kota bisa menggelar KBM tatap muka. 
Persyaratan 

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat Uripasih menegaskan, tiap sekolah harus melalui evaluasi (assesment) dan memenuhi sejumlah persyaratan untuk pembelajaran tatap muka. 

Sejumlah persyaratan itu diantaranya adalah penyediaan fasilitas untuk mendukung protokol kesehatan pencegahan Covid-19, misalnya wastafel untuk cuci tangan. 

Baca Juga: Ini upaya cegah penularan Covid-19 saat sekolah tatap muka

Kemudian, sekolah juga harus mengantongi izin dari orangtua murid bahwa anaknya diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka. Lalu, sekolah juga harus bekerja sama dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk antisipasi apabila ada siswa yang sakit saat tengah belajar di sekolah. 

"Ketika ada siswa yang sakit kan tidak boleh memasuki kelas, tapi dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas," kata Uripasih. 

Baca Juga: Masih ada catatan, disiplin jadi kunci keselamatan sekolah tatap muka

Untuk di Jakarta Pusat, ada tujuh sekolah negeri yang sudah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk pembelajaran tatap muka. Ketujuh sekolah tersebut, yakni SDN Kebon Melati 01 Tanah Abang, SDN Cideng 07, SDN Petojo Utara 05 Gambir, SDN Kenari 08, SDN Rawasari 05 Pagi, SMP Mahatma Gandi School Sawah Besar dan SMKN 44 Kemayoran. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru