Panduan Vaksinasi Ayam: Jenis, Jadwal, dan Cara Pemberian

Rabu, 04 November 2026 | 12:44 WIB
Panduan Vaksinasi Ayam: Jenis, Jadwal, dan Cara Pemberian

ILUSTRASI. Panduan Vaksinasi Ayam: Jenis, Jadwal, dan Cara Pemberian (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Melakukan vaksinasi pada ayam adalah salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menular.

Sebagai peternak baru, Anda perlu memahami jenis vaksin dan waktu pemberiannya yang disesuaikan dengan umur serta tujuan pemeliharaan ayam.

Ayam pedaging, ayam petelur, dan ayam kampung memiliki program vaksinasi yang berbeda karena masa pemeliharaan dan risiko penyakitnya tidak sama.

Beberapa vaksin yang umum digunakan dalam peternakan ayam antara lain Newcastle disease (ND), Gumboro, avian influenza (AI), dan infectious bronchitis (IB).

Berikut jenis vaksin beserta gambaran waktu pemberiannya.

Baca Juga: Kenali 5 Ciri Ayam Petelur yang Sudah Tidak Produktif

1. Vaksin Newcastle Disease (ND)

Vaksin Newcastle disease (ND) digunakan untuk membantu melindungi ayam dari penyakit tetelo.

Penyakit ini menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf. Gejalanya dapat berupa gangguan pernapasan, diare, leher terpuntir, hingga kematian.

Vaksin ND dapat diberikan sejak ayam berumur satu hari atau beberapa hari setelah menetas, bergantung pada jenis vaksin dan program pemeliharaan.

Salah satu contoh dalam panduan teknis Kementerian Pertanian adalah pemberian vaksin ND-IB pada umur empat hari melalui tetes mata.

Vaksin ND La Sota kemudian diberikan kembali pada umur 28 hari melalui air minum. Jadwal tersebut perlu disesuaikan dengan jenis ayam dan produk vaksin yang digunakan.

Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Produksi Telur Ayam Turun Saat Musim Hujan

2. Vaksin Gumboro

Vaksin Gumboro digunakan untuk membantu mencegah infectious bursal disease (IBD), yaitu penyakit yang menyerang bursa Fabricius, organ yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh ayam.

Penyakit ini dapat menyebabkan ayam mengalami penurunan kekebalan sehingga lebih rentan terserang infeksi lain. Gejalanya antara lain lesu, diare, bulu kusam, dan penurunan nafsu makan.

Dalam panduan teknis Kementerian Pertanian, vaksin Gumboro dicontohkan diberikan pada umur 10 hari melalui air minum. 

Namun, waktu pemberiannya perlu disesuaikan dengan kondisi ayam dan petunjuk produk vaksin.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Ayam Kedinginan Saat Musim Hujan

3. Vaksin Avian Influenza (AI)

Vaksin avian influenza (AI) digunakan untuk membantu melindungi ayam dari penyakit flu burung. 

Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza tipe A dan dapat menimbulkan kerugian besar pada peternakan unggas.

Vaksin AI umumnya diberikan melalui suntikan. Waktu pemberiannya bergantung pada jenis ayam, umur, tingkat risiko penyakit di wilayah peternakan, serta program pengendalian yang berlaku.

Sebagai contoh, panduan teknis Kementerian Pertanian mencantumkan vaksin AI bivalen pada ayam umur 14 hari.

Untuk ayam petelur dan ayam pembibit, vaksinasi lanjutan dapat diperlukan menjelang masa produksi atau berdasarkan hasil pemantauan kekebalan.

Baca Juga: Tips Merawat Ayam di Cuaca Panas agar Tidak Terkena Heat Stress

4. Vaksin Infectious Bronchitis (IB)

Selanjutnya, ada vaksin infectious bronchitis (IB) digunakan untuk membantu mencegah penyakit yang menyerang saluran pernapasan ayam.

Pada ayam petelur, infeksi IB juga dapat mengganggu produksi serta kualitas telur.

Vaksin IB dapat diberikan sejak ayam berumur beberapa hari, biasanya melalui tetes mata, tetes hidung, atau metode lain sesuai jenis vaksin.

Vaksin ini juga kerap dikombinasikan dengan vaksin ND.

Baca Juga: Ukuran Kandang Ayam yang Ideal, Ini Patokan yang Perlu Diketahui

5. Vaksin Tambahan Sesuai Kebutuhan

Selain empat jenis tersebut, ada beberapa vaksin lain yang dapat digunakan berdasarkan jenis ayam dan risiko penyakit di peternakan.

Misalnya, vaksin fowl pox digunakan untuk mencegah penyakit cacar unggas. 

Ada juga vaksin infectious coryza digunakan untuk membantu mencegah penyakit snot atau korisa yang menyerang saluran pernapasan bagian atas.

Untuk ayam petelur, tersedia juga vaksin egg drop syndrome (EDS) digunakan untuk melindungi ayam petelur dari penyakit yang dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas telur.

Baca Juga: Ayam Tidak Bertelur? Ini 6 Penyebab yang Perlu Diketahui Peternak

Contoh Jadwal Vaksinasi Ayam Berdasarkan Umur

Sebagai gambaran, panduan teknis Kementerian Pertanian mencantumkan beberapa tahapan vaksinasi untuk ayam berdasarkan umur.

Berikut simulasinya:

  • Umur 1 hari: vaksin Marek dapat diberikan melalui suntikan untuk program pemeliharaan tertentu.
  • Umur 4 hari: vaksin ND-IB dapat diberikan melalui tetes mata.
  • Umur 10 hari: vaksin Gumboro dapat diberikan melalui air minum.
  • Umur 14 hari: vaksin AI bivalen dapat diberikan melalui suntikan.
  • Umur 28 hari: vaksin ND La Sota dapat diberikan melalui air minum.

Jadwal tersebut merupakan contoh program vaksinasi, bukan ketentuan yang wajib diterapkan pada seluruh jenis ayam.

Vaksinasi tetap perlu disertai penerapan biosekuriti, kebersihan kandang, pengelolaan pakan, dan pengawasan kesehatan ayam. Dengan begitu, upaya pencegahan penyakit dapat berjalan lebih optimal.

Baca Juga: Cara Mencegah Benih Ikan Lele dan Nila Hanyut Saat Hujan Deras

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru