KONTAN.CO.ID - Ayam petelur yang sudah tidak produktif biasanya mengalami penurunan jumlah telur dan perubahan kondisi fisik.
Sebagai peternak, penting untuk segera mengenali tanda-tanda tersebut agar bisa menentukan apakah ayam masih layak dipertahankan dalam kandang produksi atau sudah waktunya diafkir.
Dalam peternakan, afkir adalah proses mengeluarkan ayam dari kelompok produksi karena sudah tidak memenuhi kriteria produktivitas atau kondisi pemeliharaan.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan menghasilkan telur akan menurun.
Namun, penurunan produksi juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan, kekurangan nutrisi, stres, atau perubahan lingkungan kandang.
Perhatikan beberapa ciri berikut untuk menilai kondisi ayam secara lebih menyeluruh.
Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Produksi Telur Ayam Turun Saat Musim Hujan
1. Produksi Telur Terus Menurun
Jika sebelumnya ayam bertelur secara rutin, kemudian frekuensinya berkurang dalam periode yang cukup panjang, peternak perlu mengevaluasi produktivitasnya.
Peternak dapat membandingkan jumlah telur dengan jumlah ayam yang masih hidup untuk mengetahui persentase produksi.
2. Jengger dan Pial Terlihat Pucat
Mississippi State University Extension Service menjelaskan bahwa kondisi jengger dan pial dapat membantu peternak membedakan ayam yang produktif dengan ayam yang memiliki tingkat produksi rendah.
Namun, warna jengger juga dapat berubah akibat kondisi kesehatan. Jadi, tanda ini perlu diperiksa bersama indikator lainnya.
Ayam yang sedang aktif bertelur umumnya memiliki jengger dan pial berwarna merah cerah, berukuran relatif besar, serta tampak segar.
Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Ayam Kedinginan Saat Musim Hujan
3. Bagian Bawah Tubuh Terasa Lebih Keras
Ayam yang aktif menghasilkan telur umumnya memiliki bagian perut yang lebih dalam, lunak, dan elastis.
Pada ayam yang sudah tidak aktif bertelur, bagian perut cenderung lebih dangkal, padat, atau terasa kencang ketika diperiksa.
Peternak juga dapat memperhatikan jarak antara dua tulang pubis yang berada di dekat kloaka.
Pada ayam yang sedang bertelur, kedua tulang tersebut umumnya lebih lentur dan memiliki jarak lebih lebar.
Sementara itu, pada ayam yang tidak berproduksi, jaraknya cenderung lebih rapat dan kaku.
Baca Juga: Tips Merawat Ayam di Cuaca Panas agar Tidak Terkena Heat Stress
4. Kloaka Terlihat Kecil dan Kering
Kloaka merupakan bagian tubuh ayam yang menjadi tempat keluarnya telur sekaligus saluran pembuangan kotoran.
Ayam yang sedang aktif bertelur umumnya memiliki kloaka berukuran lebih besar, lembap, dan relatif elastis.
Sebaliknya, ayam yang tidak sedang berproduksi cenderung memiliki kloaka lebih kecil, kering, dan mengerut.
5. Usia Ayam Sudah Melewati Masa Produktif
Ayam petelur biasanya mulai bertelur ketika berumur sekitar 18–19 minggu, kemudian produktivitasnya meningkat hingga mencapai periode puncak.
Berdasarkan data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, ayam ras petelur produktif berada pada rentang umur 19-92 minggu.
Setelah melewati umur tersebut, produksi telur berangsur-angsur menurun hingga ayam memasuki masa afkir.
Baca Juga: Ukuran Kandang Ayam yang Ideal, Ini Patokan yang Perlu Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News