KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama bertahun-tahun, Juhra harus menghentikan pekerjaannya setiap kali ayahnya yang renta ingin buang air. Perempuan asal Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu itu menggendong sang ayah menyusuri jalan tanah menuju sungai karena keluarganya tidak memiliki jamban atau fasilitas sanitasi di rumah.
Bagi Juhra, persoalannya bukan sekadar sanitasi. Waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk bekerja sebagai buruh tani, pemetik daun tembakau, atau membantu tetangga, habis untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.
Kini, keadaan itu berubah. Sejak memperoleh bantuan melalui Program Jamban Keluarga PT Sumbawa Timur Mining (STM), aktivitas sehari-hari Juhra menjadi lebih efisien. Keluarganya tak lagi harus berjalan ke sungai atau bergantung pada kamar mandi tetangga. Waktu, tenaga, dan rasa cemas yang selama ini menjadi bagian dari keseharian mereka kini berkurang.
Perubahan seperti yang dialami Juhra menjadi salah satu alasan STM terus memperluas Program Jamban Keluarga. Sejak 2017 hingga 2025, perusahaan telah membangun 618 unit jamban di delapan desa di Kecamatan Hu’u dengan nilai investasi sekitar Rp4,3 miliar, menjangkau 2.472 penerima manfaat.
Community Relations Manager STM, Ulya Defretes, mengatakan penyediaan akses sanitasi layak bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung produktivitas dan kualitas hidup keluarga.
“Kami percaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dimulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar, termasuk akses sanitasi yang layak. Karena itu, Program Jamban Keluarga menjadi bagian dari komitmen STM untuk mendukung pembangunan masyarakat sekaligus mendukung target pemerintah mewujudkan Zero BABS di Kecamatan Hu’u,” ujar Ulya, Jumat (24/7/2026).
Data Profil Kesehatan Kabupaten Dompu 2024 menunjukkan masih terdapat 1.443 kepala keluarga, atau sekitar 29,9 persen dari total rumah tangga di Kecamatan Hu’u, yang belum memiliki akses sanitasi layak. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, tetapi juga menambah beban sosial dan ekonomi keluarga.
Program Jamban Keluarga merupakan bagian dari Program Partisipasi Desa (PPD) STM yang dirancang melalui musyawarah desa secara partisipatif. Selain membangun fasilitas sanitasi, program ini juga melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun.
Selain bidang kesehatan, STM terus menjalankan berbagai program pemberdayaan di sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur, sosial, dan budaya sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama (shared value) antara Proyek Hu’u dan masyarakat di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News