Peristiwa

Inalum Perkuat TJSL Lewat Penanganan Karhutla

Selasa, 08 September 2026 | 21:43 WIB
Inalum Perkuat TJSL Lewat  Penanganan Karhutla

ILUSTRASI. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (REUTERS/Willy Kurniawan)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk  | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah meningkatnya tuntutan terhadap industri pertambangan dan pengolahan mineral.

Sebagai bagian dari ekosistem pertambangan nasional, Inalum tidak hanya dituntut meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memastikan kegiatan operasional memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Program diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan kapasitas komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Teranyar, Inalum bersama PT Borneo Alumina Indonesia (BAI),  terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, wilayah operasional BAI. 

Baca Juga: Karhutla Kaltim Bakar 1.260 Ha, Kutai Barat Jadi Wilayah Terparah

BAI merupakan anak usaha Inalum PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) yang mengoperasikan smelter grade alumina refinery (SGAR) beserta fasilitas-fasilitas pendukungnya. 

Sejak 24 Agustus 2026, upaya pemadaman dilakukan bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat.  Pada 4 September, sebanyak 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Personel berasal dari Inalum, Antam, Bukit Asam, Timah, Freeport Indonesia, dan Vale Indonesia.

Selain itu, dukungan juga diberikan berupa peralatan pemadaman, perlengkapan keselamatan, fasilitas kesehatan darurat, dukungan medis, serta satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pelindo.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat serta upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api dan mengurangi risiko kesehatan,” ujar  Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin dalam keterangannya dikutip Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Pramono Pastikan Data Pajak Aman, Layanan Publik Tetap Berjalan Usai Kebakaran

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan serta kepedulian terhadap masyarakat. Lewat kolaborasi, perusahaan  berupaya mempercepat pemadaman, mencegah penyebaran api, dan mengurangi dampaknya. 

Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, menjelaskan bahwa penanganan karhutla di Mempawah menghadapi tantangan karena sebagian titik berada di lahan gambut. Api dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan sehingga membutuhkan waktu lebih panjang, sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru