kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Jakarta bersiap untuk new normal, ini kekhawatiran para pengusaha di DKI


Minggu, 31 Mei 2020 / 22:49 WIB
Jakarta bersiap untuk new normal, ini kekhawatiran para pengusaha di DKI
ILUSTRASI. Suasana sepi pengunjung terlihat di sebuah pusat perbalanjaan Ciraland, jakarta, Senin (13/04).

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para pengusaha di Jakarta khawatir menghadapi era kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19 yang direncanakan pemerintah.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, para pengusaha khawatir pemasukan yang mereka dapatkan nantinya tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Masih ada 12 daerah masuk zona kuning, termasuk Bodebek dan Bandung

"Kalau usahanya dimulai, lalu pangsa pasarnya tidak ada, itu akan memengaruhi kapital yang semakin berkurang di mana biaya operasional tetap keluar, sedangkan income tidak balance," ujar Diana saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2020).

Diana menjelaskan, daya beli masyarakat belum tentu sudah pulih saat pemerintah mulai menerapkan era new normal. Sebab, banyak warga yang perekonomian terdampak Covid-19.

Angka pengangguran pun melonjak. Hal itulah yang menyebabkan para pengusaha di Jakarta khawatir untuk memulai kembali usahanya saat new normal nanti.

Baca Juga: Inilah 15 daerah di Jawa Barat yang siap terapkan new normal mulai 1 Juni

"Sampai saat ini, sebagian pengusaha masih ada yang ragu untuk melangkah dengan keputusan mau memulai operasional atau menunggu," kata Diana.

"Bila usaha dimulai kembali tapi Covid-19 masih mewabah, ini akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat yang belum pulih. Tetapi, kalau (usahanya) tidak juga dimulai, kapan bisa memulihkan ekonomi pengusaha itu sendiri," tambah dia.




TERBARU

[X]
×