Kenali 5 Penyebab Produksi Telur Ayam Turun Saat Musim Hujan

Minggu, 01 November 2026 | 04:50 WIB
Kenali 5 Penyebab Produksi Telur Ayam Turun Saat Musim Hujan

ILUSTRASI. Panen Telur Organik Omega (KONTAN/Baihaki)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Produksi telur ayam yang menurun saat musim hujan menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan peternak.

Curah hujan tinggi memang dapat memengaruhi kondisi kandang, kualitas pakan, hingga kesehatan ayam petelur.

Perubahan lingkungan tersebut bisa membuat ayam mengalami stres, mengurangi konsumsi pakan, atau lebih rentan terserang penyakit.

Ada beberapa faktor lain yang perlu diperiksa peternak untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga: Kenapa Air Kolam Lele Berbusa Setelah Hujan? Waspadai Kondisi Ini

5 Penyebab Produksi Telur Ayam Turun Saat Musim Hujan

1. Kandang Terlalu Lembap

Menurut Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, peternak perlu memperhatikan ventilasi, suhu, dan kelembapan kandang agar ayam tetap nyaman selama musim hujan.

Curah hujan tinggi dapat meningkatkan kelembapan kandang, terutama jika ventilasi kurang baik atau air hujan masuk melalui bagian atap dan dinding.

Kondisi tersebut membuat alas kandang atau litter menjadi basah dan menggumpal.

Kotoran ayam yang bercampur dengan alas lembap juga dapat meningkatkan kadar amonia sehingga kualitas udara memburuk.

Jika dibiarkan, kondisi kandang yang tidak nyaman dapat memicu stres dan mengganggu kesehatan ayam.

Baca Juga: Kenapa Ikan Nila Mati Setelah Hujan? Ini Penyebabnya

2. Kualitas Pakan Menurun

Pakan yang disimpan di tempat lembap berisiko menggumpal dan ditumbuhi jamur.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena jamur tertentu dapat menghasilkan mikotoksin atau racun yang berpotensi mengganggu kesehatan ayam.

Selain itu, pakan yang rusak dapat menurunkan kualitas nutrisi yang dikonsumsi.

Padahal, ayam petelur membutuhkan protein, energi, kalsium, dan fosfor dalam jumlah cukup untuk mendukung produksi serta pembentukan cangkang telur.

3. Ayam Mengalami Stres

Perubahan suhu, kelembapan, suara hujan deras, dan angin kencang dapat memengaruhi kenyamanan ayam.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi memicu stres.

Stres dapat mengganggu konsumsi pakan dan keseimbangan kondisi tubuh yang dibutuhkan untuk menghasilkan telur.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Ayam Kedinginan Saat Musim Hujan

4. Ayam Mengalami Gangguan Kesehatan

Alas kandang basah, kualitas udara buruk, serta kebersihan tempat pakan dan minum yang tidak terjaga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Ayam yang sakit atau mengalami penurunan kondisi tubuh biasanya tidak mampu mempertahankan produktivitas secara optimal.

Anda perlu mengamati perubahan perilaku, nafsu makan, dan kondisi fisik ayam setiap hari.

5. Pencahayaan Kandang Tidak Teratur

Pencahayaan juga berperan dalam menjaga produksi telur.

Saat musim hujan, cuaca mendung dapat mengurangi intensitas cahaya alami yang masuk ke kandang, terutama jika bangunan memiliki akses cahaya terbatas.

Ayam petelur membutuhkan durasi pencahayaan yang konsisten untuk mendukung aktivitas reproduksinya.

Karena itu, Anda perlu memastikan jadwal pencahayaan tetap teratur sesuai umur dan fase produksi ayam.

Baca Juga: Cara Membersihkan Kandang Ayam yang Benar untuk Pemula

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru