Mengenal Alasan Teripang Menjadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi

Minggu, 08 November 2026 | 05:20 WIB
Mengenal Alasan Teripang Menjadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi

ILUSTRASI. Mengenal Alasan Teripang Menjadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi (DOK/KONTAN/Aprilia Ika)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Teripang memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak faktor. Budidaya teripang kini mulai diminati berkat peluang keuntungan yang besar tersebut.

Biota laut yang dikenal sebagai timun laut ini umumnya diperdagangkan dalam bentuk kering sehingga memiliki nilai jual yang berbeda dibandingkan teripang segar.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), teripang telah lama dimanfaatkan masyarakat Asia sebagai bahan makanan.

Komoditas ini juga memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif untuk industri farmasi dan kosmetik.

Mari mengenal apa saja faktor yang membuat teripang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Bolehkah Tebar Benih Ikan Saat Hujan? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

1. Memiliki Permintaan Pasar Ekspor

Salah satu alasan teripang bernilai ekonomi tinggi adalah permintaannya di pasar internasional, khususnya negara-negara Asia.

Teripang kering dikenal sebagai bahan pangan yang diperdagangkan lintas negara dan menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan Indonesia.

KKP menjelaskan, dari sekitar 53 jenis teripang yang ditemukan, 22 jenis dapat dikonsumsi dan delapan di antaranya memiliki nilai pasar tinggi.

2. Mengandung Protein dan Berbagai Nutrisi

Kandungan nutrisi juga menjadi salah satu faktor yang membuat teripang diminati sebagai bahan pangan.

Teripang pasir mengandung protein, vitamin E, mineral seperti kalsium dan magnesium, serta asam lemak omega-3, omega-6, dan omega-9.

Teripang pasir juga mengandung 16 jenis asam amino. Kandungan tersebut membuatnya memiliki potensi sebagai bahan pangan bernutrisi.

Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Bau Lumpur pada Ikan Nila Hasil Budidaya

3. Dapat Diolah Menjadi Berbagai Produk Bernilai Jual

Teripang umumnya diperdagangkan dalam bentuk kering karena proses pengolahan tersebut menghasilkan produk yang lebih awet dan praktis untuk dipasarkan.

Teripang dapat diolah menjadi beberapa produk, seperti teripang kering, gonad kering atau konoko, usus kering atau konowata, serta kerupuk.

Proses pengolahannya meliputi pengeluaran isi perut, perebusan, pembersihan, pengasapan, pengeringan, dan pengemasan. Tahapan tersebut berpengaruh terhadap mutu produk akhir dan nilai jualnya.

4. Potensi untuk Industri Farmasi dan Kosmetik

Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya juga menarik perhatian peneliti untuk pengembangan produk farmasi dan kosmetik.

Menurut IPB Digitani, berbagai penelitian menunjukkan bahwa teripang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan untuk bidang farmasi dan kosmetik.

Potensi tersebut membuka peluang pemanfaatan teripang menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Namun, pemanfaatannya sebagai bahan obat atau produk kesehatan tetap membutuhkan penelitian dan pengujian lebih lanjut.

Baca Juga: Kapan Ikan Nila Bisa Dipanen? Pahami Umur dan Ukuran Idealnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru