Peristiwa

Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:24 WIB
Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

ILUSTRASI. Pertamina Patra Niaga (DOK/Pertamina Patra Niaga)


Reporter: Tendi Mahadi  | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai perusahaan penyalur energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung.

Bersama kelompok binaan KALEB Community, program ini mengolah limbah kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai material sisa menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Inisiatif ini sekaligus menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk kreatif, serta membuka peluang usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Trainers of Trainer (ToT) dan pelatihan pembuatan kerajinan berbahan limbah kelapa. Para tutor terlebih dahulu memperoleh pelatihan dari tenaga profesional agar memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan untuk mendampingi proses produksi anggota kelompok.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan yang melibatkan penyandang disabilitas, termasuk teman tuli dan penyandang disabilitas fisik.

Baca Juga: Untuk Apa Saja Uang Pajak Warga Jakarta? Inilah Penjelasan Gubernur Pramono

Dalam pelaksanaannya, pembagian peran mempertimbangkan keterampilan, minat, serta kebutuhan aksesibilitas masing-masing anggota. Teman tuli terlibat dalam pembuatan kerajinan bersama fasilitator, sementara anggota lainnya dapat mengambil peran dalam pemasaran, komunikasi produk, dan aktivitas usaha sesuai kemampuan masing-masing.

Penyesuaian tempat kerja dan peralatan turut menjadi perhatian untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas selama kegiatan berlangsung.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan bahwa PADU diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan keterampilan dan terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.

"Melalui PADU, Pertamina mendukung peningkatan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi," kata Lilik dalam keterangannya, Jumat (16/10).

Baca Juga: Penggalian Proyek MRT Jakarta Fase 2A Temukan Banyak Harta Karun Keramik-Artefak

Salah satu potensi yang dikembangkan melalui program ini adalah pemanfaatan kayu kelapa, batok kelapa, dan sabut kelapa sebagai bahan baku kerajinan. Material yang dekat dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara tersebut diolah menjadi produk kreatif melalui keterampilan anggota KALEB Community.

Saat ini, kelompok binaan tersebut memanfaatkan sekitar 20 kilogram limbah kelapa setiap bulan, menyesuaikan permintaan produk. Jika berlangsung konsisten selama satu tahun, jumlah material yang dimanfaatkan diperkirakan mencapai 240 kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru