KONTAN.CO.ID - Tasikmalaya. Aksi boikot terhadap artis sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad belum berakhir. Terbaru, rencana penyelenggaraan RANS Carnival dan Cipungland di Plaza Asia Tasikmalaya mendadak belum mendapat kepastian.
Sebelumnya, kedua kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada 14-15 November 2026. Kini, kegiatan tersebut tidak lagi tercantum dalam kalender acara pusat perbelanjaan tersebut.
Berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial, RANS Carnival dan Cipungland semula dijadwalkan berlangsung di Atrium Ground Floor (GF) Plaza Asia Tasikmalaya.
Namun, dalam unggahan terbaru melalui akun Instagram resmi Plaza Asia, agenda tersebut tidak lagi ditampilkan. Kalender kegiatan yang dipublikasikan hanya mencantumkan acara senam zumba pada 15 November 2026.
Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah, mengatakan belum adanya kepastian dari RANS Entertainment menjadi alasan kegiatan tersebut belum dicantumkan kembali dalam kalender acara.
Menurut Roni, pihak Plaza Asia masih menjalin komunikasi dengan penyelenggara untuk memastikan kelanjutan agenda tersebut.
"Kita saat ini masih terus berkomunikasi dengan pihak Rans Entertainment (terkait kejelasan acara Rans Carnival dan Cipungland di Plaza Asia Tasikmalaya)," ujar Roni kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (1/11/2026).
Ia menambahkan, kepastian mengenai penyelenggaraan acara akan dibahas dalam rapat internal pada Senin (2/11/2026). "Hari Senin di-meeting-kan di internal Kang. Jadi nanti biar penjelasannya lengkap ya," katanya.
Baca Juga: Penjelasan Resmi Pemprov DKI Jakarta, KJMU Tahap II 2026 Cair Tanggal Ini
Sejumlah musisi batal tampil di RANS Carnival Yogyakarta
Ketidakpastian agenda RANS Carnival di Tasikmalaya muncul setelah sejumlah musisi membatalkan penampilan mereka dalam RANS Carnival yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada 31 Oktober-1 November 2026.
Beberapa musisi yang mengumumkan pembatalan penampilan antara lain Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes.
Selain pengisi acara, sejumlah tenant yang sebelumnya dijadwalkan berpartisipasi juga memutuskan mundur dari kegiatan tersebut.
Pembatalan tersebut terjadi di tengah ramainya seruan boikot terhadap kegiatan yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad dan RANS Entertainment di media sosial.
Seruan boikot itu diduga berkaitan dengan kehadiran Raffi Ahmad dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Acara tersebut kemudian menjadi sorotan setelah muncul pengakuan sejumlah peserta yang menyatakan bukan mahasiswa. Beberapa kampus juga memberikan klarifikasi terkait identitas orang-orang yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Dian Nusantara, misalnya, mengunggah video klarifikasi yang menyebut seseorang bernama Dino bukan mahasiswa yang terdaftar di kampus tersebut.
Tonton: Belanja AI Membengkak, Prospek Kredit Meta Jadi Negatif
Raffi Ahmad sampaikan permintaan maaf
Menanggapi polemik tersebut, Raffi Ahmad menyampaikan klarifikasi melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni pada Minggu (1/11/2026).
Raffi menjelaskan bahwa dirinya hadir dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 atas undangan penyelenggara, yakni Polda Metro Jaya.
Ia mengaku datang dengan niat baik dan tidak bermaksud merendahkan ataupun mencederai semangat perjuangan generasi muda.
Raffi juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat kehadirannya dalam kegiatan tersebut.
Ia mengakui pentingnya ketelitian dalam menerima undangan dan memahami informasi sebelum menghadiri suatu acara.
Baca Juga: Tema dan Logo Hari Pahlawan Nasional 2026: Pesan Keteladanan dan Perjuangan
Polda Metro Jaya juga minta maaf
Polda Metro Jaya turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya menerima berbagai kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi.
"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Budi menjelaskan, kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Raffi Ahmad dan kreator konten Willie Salim.
Budi menegaskan, keduanya hadir atas undangan Polda Metro Jaya selaku penyelenggara.
"Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," katanya.
Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2026/11/01/190201978/rans-carnival-di-mal-tasikmalaya-mendadak-dihapus-dari-kalendar-event-ada?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News