KONTAN.CO.ID - Penggunaan aerator menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan pembudidaya lele saat musim hujan.
Aerator merupakan alat yang digunakan untuk membantu memasok oksigen ke dalam air kolam.
Udara dialirkan melalui selang menuju batu aerasi atau diffuser sehingga menghasilkan gelembung-gelembung kecil.
Gelembung tersebut membantu proses pertukaran gas antara air dan udara. Dengan demikian, kadar oksigen terlarut dapat meningkat jika aerasi dilakukan dengan kapasitas dan penempatan yang sesuai.
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) dibutuhkan organisme akuatik untuk mendukung proses metabolisme, termasuk ikan.
Baca Juga: Ikan Nila Sering Mati Mendadak? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah Aerator Wajib Digunakan pada Kolam Lele Saat Musim Hujan?
Curah hujan tinggi dapat memengaruhi kondisi air kolam, termasuk suhu dan kadar oksigen terlarut yang dibutuhkan ikan.
Pada musim hujan, aerator sebenarnya tidak wajib digunakan pada semua kolam lele.
Kolam dengan kepadatan ikan rendah dan kualitas air yang terjaga mungkin tidak membutuhkan tambahan aerasi secara terus-menerus.
Namun, aerator dapat membantu ketika kadar oksigen terlarut mulai menurun.
Baca Juga: Kenapa Ikan Nila Mati Setelah Hujan? Ini Penyebabnya
Kapan Kolam Lele Membutuhkan Aerator?
Ada beberapa kondisi yang membuat penggunaan aerator lebih diperlukan, terutama ketika musim hujan.
1. Kepadatan Ikan Tinggi
Semakin banyak lele yang dipelihara dalam satu kolam, semakin besar kebutuhan oksigen di dalam air. Kepadatan tinggi juga membuat sisa pakan dan kotoran lebih cepat menumpuk.
Jika kadar oksigen terlarut tidak mencukupi, aerator dapat membantu menambah pasokan oksigen.
2. Lele Sering Naik ke Permukaan
Naiknya lele ke permukaan adalah hal yang wajar. Namun, jika banyak ikan berkumpul di permukaan secara terus-menerus atau terlihat kesulitan bernapas, pembudidaya perlu memeriksa kualitas air.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah rendahnya oksigen terlarut.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar oksigen kurang, penggunaan aerator dapat membantu mengatasi kondisi tersebut.
3. Kualitas Air Menurun Setelah Hujan
Hujan deras dapat membawa bahan organik dari lingkungan sekitar ke dalam kolam.
Sisa pakan dan kotoran yang menumpuk juga meningkatkan aktivitas penguraian yang membutuhkan oksigen.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi oksigen terlarut, terutama jika kepadatan ikan tinggi dan pengelolaan air kurang baik.
Karena itu, Anda perlu memeriksa kondisi air setelah hujan. Jika kadar oksigen menurun, aerator dapat digunakan sebagai salah satu upaya penanganan.
Perlu diingat, aerator hanya membantu meningkatkan ketersediaan oksigen. Alat ini tidak menggantikan pengelolaan kualitas air, pembersihan sisa pakan, maupun pengendalian kepadatan ikan.
Baca Juga: Kenapa Air Kolam Lele Berbusa Setelah Hujan? Waspadai Kondisi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News