Umum

Cara Mencegah Benih Ikan Lele dan Nila Hanyut Saat Hujan Deras

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:55 WIB
Cara Mencegah Benih Ikan Lele dan Nila Hanyut Saat Hujan Deras

ILUSTRASI. Peningkatan produksi perikanan budidaya (KONTAN/Baihaki)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Hujan deras yang berlangsung lama dapat meningkatkan volume air kolam budidaya ikan lele atau ikan nila Anda hingga meluap.

Kondisi ini perlu diwaspadai semua pembudidaya ikan karena benih berisiko terbawa arus melalui saluran pembuangan atau bagian pematang yang tidak kuat.

Jika tidak diantisipasi, benih yang hanyut dapat mengurangi jumlah ikan dalam kolam dan menyebabkan kerugian.

Karena itu, Anda perlu memeriksa kondisi kolam dan menyiapkan sistem pengaman sebelum hujan deras terjadi.

Berikut beberapa cara mencegah benih lele dan nila hanyut saat musim hujan.

Baca Juga: Kenapa Ikan Nila Mati Setelah Hujan? Ini Penyebabnya

1. Pasang Saringan pada Saluran Pembuangan

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menganjurkan pemasangan jaring pada pintu keluar kolam untuk mencegah ikan lepas dari unit budidaya.

Saringan berfungsi menahan benih agar tidak keluar bersama air yang mengalir melalui saluran pembuangan.

Anda bisa menggunakan jaring atau kawat kasa dengan ukuran lubang lebih kecil daripada tubuh benih.

Pastikan saringan terpasang kuat agar tidak terlepas ketika debit air meningkat. Bersihkan secara rutin karena daun, lumpur, dan kotoran yang menumpuk dapat menyumbat aliran air.

2. Atur Ketinggian Air Kolam

Jangan mengisi kolam hingga terlalu penuh, terutama ketika memasuki musim hujan. Sisakan ruang antara permukaan air dan bibir kolam untuk menampung tambahan air hujan.

Ketinggian air perlu diperiksa secara rutin, terlebih ketika hujan turun selama beberapa jam. Dengan begitu, pembudidaya bisa mengantisipasi luapan sebelum air melewati pematang.

Baca Juga: Ikan Nila Sering Mati Mendadak? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Periksa Saluran Pembuangan

Pastikan saluran pembuangan tidak tersumbat oleh sampah, daun, atau lumpur. Saluran yang tersumbat dapat menghambat aliran air sehingga volume kolam terus meningkat.

Periksa juga saluran pelimpah atau overflow jika tersedia.

Jalur ini membantu mengalirkan kelebihan air ketika hujan deras, tetapi tetap harus dilengkapi saringan agar benih lele dan nila tidak ikut keluar.

4. Perkuat Pematang Kolam

Pematang yang retak, terkikis, atau terlalu rendah berisiko rusak ketika menerima tekanan air dalam jumlah besar. Jika pematang jebol, air beserta benih ikan bisa keluar dari kolam.

Periksa seluruh sisi kolam sebelum musim hujan. Tutup bagian yang retak, perbaiki area yang terkikis, dan tinggikan pematang jika diperlukan, terutama pada kolam yang berada di lokasi rawan banjir.

5. Pasang Jaring Pengaman di Sekitar Kolam

Langkah terakhir adalah memasang jaring tambahan di sekeliling pematang.

Pastikan jaring terpasang kuat dan memiliki ketinggian yang cukup untuk menahan ikan agar tidak keluar.

Cara ini juga dianjurkan dalam panduan pencegahan ikan lepas dari unit budidaya yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP.

Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Bau Lumpur pada Ikan Nila Hasil Budidaya

Apa yang Harus Dilakukan Jika Kolam Terlanjur Meluap?

Jika kolam sudah meluap, segera periksa saringan, saluran pembuangan, dan kondisi pematang. Pastikan tidak ada bagian yang rusak atau menjadi jalur keluarnya benih.

Setelah hujan reda, periksa jumlah ikan dan kondisi air kolam. Limpasan hujan dapat membawa lumpur serta bahan pencemar yang memengaruhi kualitas air.

Jika menemukan benih di sekitar saluran pembuangan, lakukan penyelamatan selama kondisi aman. Selanjutnya, perbaiki bagian kolam yang menyebabkan luapan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Tips Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan Nila agar Tidak Mudah Mati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru