Jangan Diberikan, Ini Bahaya Pakan Ternak yang Sudah Berjamur

Senin, 02 November 2026 | 12:40 WIB
Jangan Diberikan, Ini Bahaya Pakan Ternak yang Sudah Berjamur

ILUSTRASI. Peternak gunakan onggok untuk pakan ternak (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Waspada, pakan ternak yang sudah berjamur sebaiknya tidak diberikan kepada hewan yang sedang Anda budidayakan.

Jamur dapat tumbuh pada bahan pakan yang disimpan dalam kondisi lembap, terutama saat musim hujan.

Meski hanya terlihat bercak jamur pada sebagian permukaannya, pakan tersebut berpotensi mengandung mikotoksin yang dapat mengganggu kesehatan ternak.

Masalahnya, kontaminasi jamur tidak selalu berhenti pada bagian yang terlihat.

Beberapa jenis jamur menghasilkan mikotoksin, yaitu senyawa beracun yang dapat mencemari bahan pakan dan membahayakan ternak.

Baca Juga: Bolehkah Tebar Benih Ikan Saat Hujan? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

Bahaya Pakan Berjamur bagi Kesehatan Ternak

Pakan berjamur berisiko membawa mikotoksin yang dihasilkan oleh jenis jamur tertentu, seperti Aspergillus, Fusarium, dan Penicillium.

Senyawa ini dapat masuk ke tubuh ternak melalui konsumsi pakan yang sudah terkontaminasi.

Dikutip dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara, paparan mikotoksin dapat mengganggu metabolisme, menekan sistem kekebalan tubuh, serta memengaruhi produktivitas dan reproduksi ternak.

Kontaminasi tersebut juga berpotensi memengaruhi performa ternak. Ayam, misalnya, dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan penurunan produksi telur.

Sementara itu, ternak lain juga berisiko mengalami gangguan kesehatan ketika terus mengonsumsi pakan yang tercemar.

Pada kasus tertentu, paparan dalam jumlah tinggi bahkan dapat menyebabkan kematian.

Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Produksi Telur Ayam Turun Saat Musim Hujan

Mengapa Pakan Ternak Bisa Berjamur?

Pertumbuhan jamur pada pakan ternak umumnya terjadi ketika pakan terkena air hujan, disimpan di ruangan yang lembap, atau diletakkan langsung di atas lantai yang basah.

Kemasan pakan yang rusak juga dapat menjadi jalan masuk air dan udara lembap. Jika kondisi tersebut berlangsung cukup lama, jamur lebih mudah berkembang dan merusak kualitas pakan.

Bahan pakan seperti jagung, dedak, dan biji-bijian lainnya berisiko ditumbuhi jamur jika dikeringkan dengan baik sebelum disimpan.

Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang mengingatkan pentingnya menjaga tempat penyimpanan pakan tetap kering dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kemasan.

Baca Juga: Kenapa Ikan Nila Mati Setelah Hujan? Ini Penyebabnya

Cara Mencegah Pakan Ternak Berjamur

Anda dapat mengurangi risiko pertumbuhan jamur dengan memperhatikan kondisi tempat penyimpanan dan pengelolaan stok pakan.

  1. Simpan pakan di ruangan yang kering, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pastikan atap tidak bocor dan air hujan tidak dapat masuk ke area penyimpanan.
  2. Letakkan karung pakan di atas palet atau alas, bukan langsung di lantai. Berikan jarak antara tumpukan pakan dan dinding agar kelembapan tidak mudah meresap ke dalam kemasan.
  3. Periksa kondisi pakan dan kemasannya secara berkala. Jika ditemukan karung yang sobek, basah, atau menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan jamur, segera pisahkan dari stok pakan lain.
  4. Terapkan prinsip first in, first out (FIFO), yaitu menggunakan pakan yang lebih dahulu disimpan sebelum membuka stok yang lebih baru.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Ayam Kedinginan Saat Musim Hujan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru