KONTAN.CO.ID - Ikan nila mati setelah hujan tidak selalu disebabkan oleh penyakit. Perubahan kondisi air secara tiba-tiba juga dapat membuat ikan stres dan meningkatkan risiko kematian.
Di musim hujan seperti sekarang, hujan deras dapat memengaruhi sejumlah parameter air kolam, seperti suhu, pH, kekeruhan, dan oksigen terlarut.
Anda perlu memperhatikan kondisi kolam setelah hujan, terutama jika ikan mulai terlihat lemas atau banyak naik ke permukaan.
Untuk Anda yang sedang mengalami masalah tersebut, silakan simak penyebab ikan nila mati setelah hujan dan bagaimana cara mengatasinya.
Baca Juga: Ikan Nila Sering Mati Mendadak? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Penyebab Ikan Nila Mati Setelah Hujan
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ikan nila mengalami stres hingga mati setelah hujan.
1. Oksigen Terlarut Menurun
Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah berkurangnya oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) di dalam air.
Hujan dengan tutupan awan yang tebal dapat mengurangi cahaya yang masuk ke dalam air sehingga proses fotosintesis organisme air ikut terganggu.
Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menjelaskan, penurunan oksigen terlarut dapat membuat ikan stres, kehilangan nafsu makan, berenang tidak normal, berkumpul di permukaan, hingga mengalami kematian.
Ikan nila juga membutuhkan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya.
Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Bau Lumpur pada Ikan Nila Hasil Budidaya
2. pH Air Berubah
Hujan juga dapat menyebabkan perubahan tingkat keasaman air atau pH. Perubahan pH yang berlangsung cepat dapat membuat ikan mengalami stres.
Anda perlu memahami bahwa perubahan pH secara cepat dapat mengganggu keseimbangan fisiologis ikan dan memengaruhi fungsi insang.
Dalam kondisi ini, Anda sebaiknya memeriksa pH setelah hujan deras, terutama jika ikan mulai menunjukkan perubahan perilaku.
Sebagai gambaran, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng mencatat pH sekitar 6,5-8,5 sebagai kondisi yang ideal untuk budidaya nila.

Baca Juga: Tips Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan Nila agar Tidak Mudah Mati
3. Suhu Air Berubah Secara Tiba-Tiba
Perubahan kondisi lingkungan yang terjadi secara mendadak dapat membuat ikan mengalami stres.
Karena ikan sangat bergantung pada kondisi air di sekitarnya, perubahan suhu perlu diperhatikan bersama parameter kualitas air lainnya.
Anda perlu langsung melakukan tindakan besar hanya karena suhu berubah setelah hujan.
Sebaiknya kondisi air diperiksa terlebih dahulu dan perubahan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Jumlah Ikan Nila dalam Kolam yang Ideal Berdasarkan Luasnya
4. Benda Asing Masuk ke Kolam
Tanah, kotoran, sisa bahan organik, atau zat lain dapat terbawa masuk bersama limpasan air hujan.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas air dan membuat ikan lebih mudah stres.
Jika kolam berada di lokasi yang lebih rendah dari lingkungan sekitar, Anda perlu memperhatikan saluran air agar limpasan dari luar tidak langsung masuk ke kolam.
Baca Juga: Tips Budidaya Ikan Nila: Cara Menentukan Ukuran Kolam yang Ideal
Ikan nila yang mati setelah hujan memang perlu diwaspadai, tetapi kondisi tersebut tidak otomatis berarti ikan terserang penyakit.
Perubahan kualitas air, terutama kadar oksigen terlarut dan pH, dapat menjadi penyebab utama yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
Karena itu, jika ikan nila mati setelah hujan, Anda sebaiknya mengamati perilaku ikan dan memeriksa kondisi air sebelum menentukan langkah penanganan.
Baca Juga: Cara Menyiapkan Kolam Ikan Nila Sebelum Benih Ditebar, Catat Tahapannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News