Kenapa Air Kolam Lele Berbusa Setelah Hujan? Waspadai Kondisi Ini

Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:07 WIB
Kenapa Air Kolam Lele Berbusa Setelah Hujan? Waspadai Kondisi Ini

ILUSTRASI. Budidaya ikan lele (KONTAN/Wahyu Tri Rahmawati)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Air kolam lele berbusa setelah hujan bisa menjadi tanda bahwa kondisi air perlu diperiksa.

Meski tidak selalu berbahaya,  busa yang bertahan lama, disertai bau tidak sedap, atau diikuti perubahan perilaku ikan patut diwaspadai oleh pembudidaya.

Hujan dapat memengaruhi suhu, tingkat keasaman (pH), dan kondisi air kolam. Selain itu, sisa pakan serta kotoran lele yang menumpuk dapat memperburuk kualitas air.

Karena itu, kemunculan busa perlu dinilai bersama kondisi kolam dan perilaku ikan, bukan hanya berdasarkan warna busanya.

Baca Juga: Kenapa Ikan Nila Mati Setelah Hujan? Ini Penyebabnya

Kenapa Air Kolam Lele Berbusa Setelah Hujan?

Ada beberapa kemungkinan penyebab air kolam lele berbusa setelah hujan.

Penyebab pastinya perlu diperiksa karena busa saja tidak cukup untuk menentukan apakah kualitas air sudah memburuk.

1. Sisa Pakan dan Kotoran Menumpuk

Dikutip dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, penumpukan sisa pakan, kotoran, dan lendir ikan dapat menyebabkan air kolam lele berbau.

Ketika bahan organik tersebut terurai, kondisi air bisa berubah dan busa berpotensi terbentuk di permukaan.

Masalah ini dapat semakin besar jika pembudidaya memberikan pakan secara berlebihan atau jarang membersihkan kotoran yang menumpuk.

Karena itu, periksa sisa pakan dan sesuaikan jumlah pemberian dengan respons makan lele.

2. Air Hujan Mengubah Kondisi Kolam

Air hujan yang masuk ke kolam dapat mengubah suhu dan pH, terutama ketika perubahan terjadi secara mendadak.

Hujan juga bisa membawa tanah, dedaunan, dan bahan organik dari lingkungan sekitar ke dalam kolam.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi ikan dan proses biologis di dalam air.

Namun, hujan tidak selalu menjadi penyebab langsung munculnya busa.

Anda perlu memeriksa kondisi kolam sebelum hujan untuk membandingkannya dengan keadaan setelah hujan.

3. Kualitas Air Mulai Menurun

Busa yang muncul berulang kali dapat menjadi alasan untuk memeriksa kualitas air, terutama jika disertai bau menyengat atau perubahan perilaku ikan.

Penumpukan bahan organik dapat meningkatkan kebutuhan oksigen untuk proses penguraian. Jika oksigen terlarut berkurang, lele berisiko mengalami stres.

Menurut Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur, masuknya bahan organik bersama limpasan air hujan dapat meningkatkan konsumsi oksigen dalam perairan.

Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Bau Lumpur pada Ikan Nila Hasil Budidaya

Kondisi Kolam Lele Berbusa yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua busa di permukaan kolam menandakan masalah serius.

Anda perlu lebih waspada jika busa tidak kunjung hilang atau muncul bersamaan dengan tanda-tanda berikut.

  • Air kolam berbau busuk atau menyengat. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penumpukan bahan organik dan buruknya kualitas air.
  • Lele sering muncul ke permukaan. Perilaku ini bisa menjadi tanda kekurangan oksigen, terutama jika banyak ikan melakukannya secara bersamaan.
  • Nafsu makan lele menurun. Ikan yang biasanya aktif menyantap pakan tetapi tiba-tiba tidak tertarik makan perlu diamati lebih lanjut.
  • Warna air berubah drastis. Perubahan warna setelah hujan, terlebih jika disertai bau tidak sedap, dapat menjadi petunjuk adanya perubahan kondisi air.

Busa berwarna putih atau kecokelatan saja tidak cukup untuk memastikan bahwa air kolam berbahaya.

Jika memungkinkan, periksa suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia menggunakan alat uji air.

Air kolam lele yang berbusa tidak selalu berbahaya. Namun, busa yang bertahan lama dan disertai perubahan kondisi air atau perilaku lele tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: Cara Menyiapkan Kolam Ikan Nila Sebelum Benih Ditebar, Catat Tahapannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru