Cek Jadwal Keberangkatan Haji 2027 dan Tips Persiapan untuk Calon Jamaah

Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:07 WIB
Cek Jadwal Keberangkatan Haji 2027 dan Tips Persiapan untuk Calon Jamaah

ILUSTRASI. Terminal hijrah Madinah - Haji (KONTAN/Siti Masitoh)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah telah menetapkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1448 Hijriah/2027 Masehi. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026, jemaah haji Indonesia mulai masuk asrama pada 10 April 2027, sedangkan keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama menuju Arab Saudi dijadwalkan mulai 11 April 2027.

Jadwal ini menjadi acuan bagi calon jemaah untuk mempersiapkan dokumen, biaya perjalanan, kesehatan, dan kesiapan beribadah. Mengingat penyelenggaraan haji melibatkan perjalanan panjang serta aktivitas fisik yang cukup berat, persiapan sebaiknya dilakukan sejak jauh hari, bukan hanya menjelang keberangkatan.

Perlu diketahui, penyelenggaraan haji 2027 berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), bukan lagi hanya mengacu pada informasi lama dari Kementerian Agama (Kemenag).

Calon jemaah perlu mengikuti pengumuman resmi Kemenhaj untuk memperoleh informasi terbaru mengenai pelunasan biaya, pembagian kloter, dan persyaratan keberangkatan.

Baca Juga: Simak Panduan Cek Estimasi Keberangkatan Haji 2027 Resmi via Kemenhaj RI

Jadwal Keberangkatan Haji 2027 Resmi

Berikut jadwal utama perjalanan haji Indonesia tahun 1448 H/2027 M berdasarkan RPH yang telah ditetapkan pemerintah.

Tanggal Agenda
10 April 2027 Jemaah mulai masuk asrama haji
11 April 2027 Awal keberangkatan gelombang I dari Indonesia menuju Madinah
19 April 2027 Awal pergerakan jemaah gelombang I dari Madinah menuju Makkah
25 April 2027 Akhir keberangkatan gelombang I dari Indonesia menuju Madinah
26 April 2027 Awal keberangkatan gelombang II dari Indonesia menuju Jeddah
10 Mei 2027 Akhir keberangkatan gelombang II dari Indonesia menuju Jeddah
14 Mei 2027 Pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah
15 Mei 2027 Wukuf di Arafah
16 Mei 2027 Iduladha 1448 H
17–19 Mei 2027 Hari Tasyrik
21 Mei 2027 Awal pemulangan gelombang I dari Jeddah menuju Indonesia

Jadwal tersebut mengacu pada RPH 1448 H/2027 M yang ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026. Tanggal pelaksanaan tetap dapat menyesuaikan apabila terdapat perubahan kalender Hijriah atau kebijakan penyelenggaraan haji dari pemerintah Arab Saudi.

Catatan: Tabel di atas memuat jadwal utama, bukan seluruh rangkaian operasional haji. Jadwal pemulangan gelombang berikutnya, pembagian kloter, serta tanggal keberangkatan setiap jemaah perlu diperiksa melalui pengumuman resmi pemerintah.

Baca Juga: Digitalisasi Dorong UMKM Batik Rembang Tembus Pasar Global

Apa yang Harus Dilakukan Calon Jemaah Haji dari Sekarang?

Calon jemaah yang diperkirakan berangkat pada 2027 sebaiknya mulai menyiapkan beberapa hal berikut agar proses keberangkatan berjalan lancar.

1. Periksa estimasi keberangkatan dan nomor porsi

Langkah pertama adalah memastikan status antrean dan perkiraan tahun keberangkatan. Calon jemaah dapat menggunakan nomor porsi yang diperoleh saat mendaftar haji.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui layanan resmi pemerintah atau aplikasi layanan haji yang masih tersedia. Pastikan nomor porsi sesuai dengan dokumen pendaftaran dan data identitas.

Perlu diingat, estimasi keberangkatan tidak selalu menjadi jaminan keberangkatan pada tahun tertentu. Realisasi tetap bergantung pada kuota, urutan antrean, pemenuhan persyaratan, dan ketentuan penyelenggaraan haji.

2. Pastikan dokumen identitas masih berlaku

Periksa kembali KTP, kartu keluarga, dokumen pendaftaran haji, serta paspor apabila sudah dimiliki. Pastikan ejaan nama, tanggal lahir, dan informasi identitas lainnya konsisten.

Jika paspor belum tersedia atau masa berlakunya perlu diperpanjang, calon jemaah sebaiknya mulai mencari informasi mengenai prosedur pengurusannya. Persyaratan masa berlaku paspor dan dokumen perjalanan lainnya harus mengikuti ketentuan resmi yang berlaku untuk musim haji 2027.

Simpan dokumen asli di tempat aman dan siapkan salinan digital maupun fisik untuk kebutuhan administrasi.

Baca Juga: Anggaran Ekologi Rp 11,48 Miliar di Maros Dorong Ekonomi Desa &Pelestarian Lingkungan

3. Siapkan dana pelunasan biaya haji

Calon jemaah perlu mengevaluasi kesiapan keuangan sejak sekarang. Selain setoran awal yang telah dibayarkan, siapkan dana untuk pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sesuai ketentuan yang nantinya ditetapkan pemerintah.

Jangan menggunakan angka biaya haji tahun sebelumnya sebagai patokan pasti untuk 2027. Besaran Bipih, nilai manfaat, kriteria jemaah yang berhak melunasi, dan jadwal pelunasan perlu menunggu pengumuman resmi musim haji 1448 H/2027 M.

Gunakan kanal pembayaran resmi yang ditetapkan pemerintah dan bank penerima setoran. Hindari pihak yang menjanjikan percepatan keberangkatan dengan imbalan uang di luar prosedur resmi.

4. Mulai pemeriksaan dan pembinaan kesehatan

Kesiapan kesehatan menjadi salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan. Kemenhaj menegaskan bahwa kemampuan finansial perlu disertai kondisi kesehatan yang memungkinkan jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan aman. Persiapan kesehatan sebaiknya dilakukan sejak awal melalui pemeriksaan, deteksi dini, dan pengendalian faktor risiko.

Calon jemaah dapat memulai dengan pemeriksaan kesehatan di fasilitas medis, mengendalikan penyakit kronis bersama dokter, menjaga pola makan, tidur cukup, dan berolahraga secara bertahap sesuai kemampuan.

Jangan menunggu pemeriksaan istithaah menjelang pelunasan untuk mengetahui kondisi kesehatan. Ketentuan teknis pemeriksaan dan penetapan istithaah untuk musim haji 2027 tetap perlu mengikuti aturan resmi terbaru.

5. Mulai belajar manasik haji

Manasik membantu calon jemaah memahami urutan ibadah, mulai dari ihram, tawaf, sai, wukuf di Arafah, mabit, melontar jumrah, hingga tahalul.

Pembelajaran dapat dimulai melalui bimbingan manasik di kantor Kemenhaj setempat atau penyelenggara resmi sesuai kategori haji yang diikuti. Calon jemaah juga perlu mempelajari larangan ihram, tata cara menjaga kebersihan, serta prosedur mengikuti arahan petugas selama di Tanah Suci.

Dengan belajar lebih awal, calon jemaah memiliki waktu untuk mengulang materi dan bertanya apabila ada bagian ibadah yang belum dipahami.

Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2026, Sumsel-Jateng-Banten-Bali-Jatim-Riau-Sulsel

6. Tingkatkan kebugaran fisik secara bertahap

Aktivitas selama haji membutuhkan stamina karena jemaah akan banyak berjalan dan berada di tengah kerumunan. Latihan fisik dapat dimulai dari aktivitas ringan, seperti berjalan kaki secara rutin, kemudian ditingkatkan sesuai kondisi tubuh.

Bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan kesehatan, program latihan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis. Jangan memaksakan olahraga berat demi mengejar kebugaran dalam waktu singkat.

7. Catat obat rutin dan riwayat kesehatan

Bagi calon jemaah yang mengonsumsi obat secara rutin, catat nama obat, dosis, jadwal konsumsi, dan informasi dokter yang menangani. Diskusikan kebutuhan obat selama perjalanan dengan tenaga medis agar persediaannya cukup dan penggunaannya aman.

Informasi mengenai alergi, riwayat operasi, penyakit kronis, dan kontak keluarga juga sebaiknya disiapkan untuk mempermudah penanganan apabila diperlukan.

8. Ikuti pengumuman resmi mengenai kloter dan pelunasan

Jadwal nasional tidak otomatis menunjukkan tanggal keberangkatan setiap orang. Tanggal masuk asrama, waktu penerbangan, embarkasi, nomor kloter, dan jadwal kepulangan akan mengikuti pengaturan operasional yang ditetapkan untuk masing-masing jemaah.

Karena itu, pantau pengumuman Kemenhaj pusat maupun kantor Kemenhaj kabupaten/kota. Simpan informasi kontak petugas yang menangani pendaftaran dan jangan mudah mempercayai pesan berantai yang belum terverifikasi.

Tonton: BEI Resmi Terapkan Intraday Short Selling

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru